User journey adalah salah satu aspek penting yang harus dipahami oleh bisnis saat mempromosikan produknya. Bisnis atau perusahaan harus bisa memperkirakan alasan serta skenario user saat menggunakan produknya. Semua skenario dan alasan tersebut dipetakan dalam rencana yang disebut user journey atau alur pengguna.

Perusahaan memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan demi menjawab kebutuhan pasar. Motivasi utama perusahaan memang mengejar keuntungan atau profit, tapi jangan lupa membawa solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh target pasarnya. Saat pengguna (user) puas menggunakan produknya, profit akan berdatangan. Goals yang ingin dicapai perusahaan pun semakin terpenuhi.

Kunci keberhasilan produk agar bisa diterima masyarakat adalah perencanaan dalam desainnya. Salah satu perencanaan yang bisa dilakukan dalam manajemen produksi yaitu membuat user journey map

Sebenarnya, apa itu user journey dan mengapa perusahaan harus membuat perkiraannya? GreatNusa akan mengupas lebih dalam tentang alur pengguna di artikel ini.

Apa Itu User Journey?

User journey adalah gambaran atau visualisasi pengguna saat memakai produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan. Visualisasi tersebut dirancang dalam sebuah peta atau alur yang disebut user journey map. Visualiasi ini dibuat berformat alur karena menggambarkan skenario user saat menggunakan produknya. 

Alur pengguna lebih populer di kalangan perusahaan yang hendak menciptakan produk digital, seperti software atau aplikasi. Meskipun begitu, perusahaan lain juga bisa membuat peta atau alur pengguna ketika hendak memproduksi yang rumit. Barang elektronik atau otomotif adalah dua contoh produk yang membutuhkan alur pengguna dalam proses desain produknya.

Tujuan pembuatan user journey map atau peta alur pengguna adalah memperkirakan beberapa skenario berbeda saat pelanggan menggunakan produknya. Peta alur pengguna juga membuat asumsi kesalahan dalam penggunaan produk sehingga bisa diminimalisir. Pelanggan belum tentu memahami produk sesuai fungsinya, jadi peta alur pengguna sangat membantu perusahaan dalam mendesain sebuah produk.

Peta alur pengguna sebaiknya dibuat berformat timeline karena berisi tentang langkah-langkah dalam menggunakan produknya. Timeline ini mencakup semua informasi mengenai saluran atau cara yang digunakan oleh user saat menggunakan produk tersebut.

Contoh penerapan peta alur pengguna bisa dilihat saat pembuatan aplikasi perbankan. Dalam kasus ini, pengguna (user) hendak mengakses aplikasi tersebut untuk transfer uang. Peta alur pengguna yang dirancang pada umumnya adalah:

  • User melakukan log in pada aplikasi tersebut, contoh: memasukkan username dan password.
  • User mengklik menu ‘Transfer Uang’.
  • User memilih bank tujuan dan memasukkan nomor rekening penerima.
  • User memasukkan jumlah uang yang akan ditransfer, kemudian memasukkan PIN sebagai proses verifikasi.
  • Transaksi berhasil dilakukan.

Peta alur pengguna juga harus memperkirakan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selama prosesnya. Misalnya, aplikasi perbankan yang sedang error, pengguna salah memasukkan tujuan transfer, nominal uang yang lebih besar dari seharusnya, dan lain-lain. Semuanya harus dijawab menggunakan gambaran user journey tersebut.

Apa Saja Manfaat User Journey Map dalam Proses Produksi?

Banyak sekali manfaat dari menciptakan peta alur pengguna yang bisa dirasakan dalam proses perencanaan produksi. Manfaat utamanya, user journey membantu memvisualisasikan skenario pengguna saat memakai produk tersebut. Di sini, desainer produk akan melihat produk tersebut dari sudut pandang pengguna, sehingga tahu improvisasi apa yang harus dilakukan.

Kejadian atau skenario buruk dalam penggunaan produk bisa saja terjadi. Namun, semua itu bisa diminimalisir berkat kehadiran peta alur pengguna. Desainer produk bisa menemukan solusi dari skenario buruk tersebut saat mengembangkan produknya.

Produk digital harus mengutamakan fitur user experience (UX) dalam proses produksinya. User journey map akan memberikan gambaran mengenai produk tersebut sehingga mampu menghasilkan UX yang lebih baik. Intinya, user journey map adalah fondasi awal saat mencari rekomendasi atau saran strategis dalam mengembangkan produk.

Pemanfaatan peta alur pengguna yang tepat akan membuat perusahaan mencapai performa tertinggi dalam proses produksinya. Kepuasan user meningkat karena mereka menggunakan produk yang benar-benar dibutuhkan. Pada akhirnya, perusahaan juga mendapatkan profit yang cukup besar, sepadan dengan waktu yang diinvestasikan untuk merancang user journey map.

Apa Saja Langkah Pembuatan User Journey Map?

Singkatnya, peta atau alur pengguna memiliki tujuan untuk menyelaraskan tujuan yang ingin dicapai oleh pengguna dan perusahaan melalui satu produk. Sebelum membuat petanya, kamu harus paham tujuan tersebut. Barulah melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk membuat user journey map.

1. Pilih Jangkauan Peta Alur Pengguna

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah membuat cakupan atau jangkauan alur pengguna. Di sini, kamu harus memutuskan untuk membuat timeline pengguna dalam mengakses produk tersebut secara general atau ingin melakukan tujuan yang spesifik. Misalnya, di aplikasi perbankan tadi, kamu bisa memilih untuk membuat alur pengguna dalam menggunakan m-banking secara keseluruhan atau khusus untuk transfer uang.

2. Ciptakan Persona Pengguna

Persona pengguna juga bisa menggunakan persona pelanggan yang dibuat untuk strategi pemasaran. Apapun jenis personanya, buatlah berdasarkan informasi target pengguna yang ingin dituju. Kamu bisa bekerja sama dengan tim pemasaran untuk mendapatkan informasi target pengguna. Jangan membuat persona berdasarkan informasi khayalan karena akan memicu asumsi yang menggagalkan alur pengguna tersebut.

3. Buat Perkiraan Skenario dan Harapan Pengguna

Skenario menggambarkan situasi yang dialami pengguna sehingga harus menggunakan produknya. Kamu bisa membuat skenario berdasarkan fakta atau antisipasi skenario buruk yang mungkin terjadi. Selain itu, deskripsikan juga harapan yang ingin dipenuhi oleh pengguna dalam menggunakan produk tersebut.

4. Buat Interaksi yang Terjadi

Catat interaksi utama yang bisa dilakukan oleh persona saat menggunakan produk tersebut. Jika interaksi tersebut memiliki pilihan lainnya, masukkan juga ke dalam map tersebut. Misalnya, ‘Transfer Uang’ yang akan memberikan pilihan untuk transfer uang ke bank yang sama, antar bank, atau lewat virtual account.

5. Pahami Maksud Pengguna Menggunakan Produk

Pada tahap ini, kamu harus memperkirakan motivasi pengguna atau user dalam menggunakan produk. Tidak semua pengguna memiliki tujuan yang sama dalam menggunakan produk, apalagi produk tersebut mempunyai banyak fitur di dalamnya. Lakukan analisis terhadap motivasi, saluran yang digunakan, langkah yang diambil serta tantangan saat menggunakan produk tersebut.

6. Buat Sketsa Rancangannya

Informasi di atas sudah cukup untuk menciptakan rancangan user journey. Buat sketsa interaksi pengguna dalam format timeline. Setiap langkahnya menggambarkan pengalaman pengguna dalam menggunakan produk tersebut.

7. Buat Perkiraan Kesan Pengguna

Perkiraan kesan pengguna sangat bermanfaat untuk mengembangkan produk agar lebih mudah digunakan. Di sini, kamu akan memperkirakan emosi yang mungkin dirasakan oleh pengguna saat mengakses produk. Hasil akhirnya, tim desainer produk bisa membuat produk yang sesuai keinginan pengguna.

8. Finalisasi Alur Pengguna yang Telah Dibuat

Satu hal yang perlu diingat, buatlah peta alur pengguna berdasarkan riset yang telah dilakukan terhadap target pengguna dan produk. Lakukan validasi terhadap al yang telah dirancang, barulah diserahkan kepada tim desainer produk untuk memulai proses produksinya.

Itulah dia penjelasan tentang user journey. User journey adalah bagian vital dalam sebuah proses pembuatan produk. Dengan memperhatikan aspek satu ini, kamu dapat membuat produk kamu semakin detil yang kemudian akan membuat pengguna produkmu semakin nyaman.

Menarik sekali, ya, mempelajari tentang user journey yang ternyata penting dalam pembuatan produk. Kursus bisnis online dari GreatNusa akan memberikan kamu pengetahuan yang lebih dalam saat menjalankan bisnis secara daring. Daftarkan dirimu untuk mengikuti kursus ini dan rasakan pengalaman belajar di rumah bersama mentor yang berpengalaman di bidangnya.