Memiliki strategi komunikasi persuasif penting dalam dunia kerja, terutama untuk membangun interaksi dengan rekan kerja, atasan, maupun klien. Sebelum kamu mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk pandai berkomunikasi secara persuasif, pahami dahulu pengertian dan manfaatnya di bawah ini.

Pengertian Komunikasi Persuasif

Komunikasi persuasif dikenal sebagai salah satu bentuk komunikasi paling dasar. Komunikasi persuasif mengacu pada proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan perilaku orang lain yang dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal.

Bentuk komunikasi ini telah lama dipraktikkan masyarakat. Misalnya, pada zaman Yunani Kuno, orang memanfaatkan cara berkomunikasi ini untuk menyampaikan masalah yang dihadapi masyarakat di ruang pengadilan, perdebatan masalah kebijakan umum, serta pidato dalam upacara tertentu.

Bagaimana dengan komunikasi persuasif yang efektif? Ini merupakan cara penyampaian pesan yang menyadarkan audiens bahwa ia punya pilihan dan mendorongnya untuk setuju atas sesuatu hal. Dalam konteks organisasi, persuasif hadir dalam upaya penjualan gagasan kepada orang lain, memberi saran, hingga mengumpulkan dukungan dari khalayak.

Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

Lebih lanjut, komunikasi persuasif memiliki ciri-ciri berikut. 

  1. Memakai kata-kata yang bersifat membujuk atau mengajak.
  2. Disertai bukti atau fakta kuat untuk mempengaruhi orang lain.
  3. Tidak memaksakan pendapat kepada orang lain guna menghindari konflik.
  4. Memanfaatkan kata-kata yang membuat orang lain tertarik, antusias, hingga terprovokasi.

Melihat ciri-ciri di atas, terdapat beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan komunikasi persuasif, yaitu:

  1. Kredibilitas sumber pesan atau komunikator
  2. Isi pesan yang dikomunikasikan, masuk akal atau tidak, ada bukti pendukung atau tidak
  3. Faktor yang mempengaruhi lingkungan, termasuk nilai-nilai dan kebiasaan yang dipegang teguh masyarakat
  4. Pemahaman dan kesinambungan pesan yang dikomunikasikan karena suatu pesan yang disampaikan berulang efektif meningkatkan keberhasilan komunikasi.

Mengapa Komunikasi Persuasif Itu Penting?

Dalam interaksi di tempat kerja, kamu akan bertemu dengan berbagai tipe orang, baik itu rekan kerja, atasan, maupun klien. Berkomunikasi jadi cara utama untuk membangun interaksi yang harmonis dengan mereka. Namun, tentu tidak setiap saat kamu melakukan komunikasi persuasif di tempat kerja.

Teknik komunikasi ini akan banyak digunakan ketika kamu sedang mengikuti rapat dan berupaya mempengaruhi peserta rapat lain untuk sepakat akan suatu hal. Pada kesempatan lain, kamu bisa berbicara dengan persuasif saat menyampaikan proposal kegiatan kepada atasan supaya mendapat persetujuan. 

Begitu juga saat berhadapan dengan klien. Kamu akan membutuhkan teknik persuasif untuk meyakinkan mereka mau bekerja sama dengan perusahaanmu. Dari pemaparan di atas, sudah jelas kan mengapa komunikasi persuasif itu penting?

Komunikasi persuasif penting dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:

  1. Membuatmu lebih percaya diri menghadapi orang lain.
  2. Meningkatkan kinerja personal dengan menunjukkan kecakapan mempengaruhi orang lain.
  3. Menunjang karier di tempat kerja karena membuatmu dipercaya rekan kerja dan atasan untuk menjadi pemimpin.
  4. Membantu meningkatkan penjualan bisnis karena berusaha mampu mengubah sikap dan mengajak orang lain membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan.

Apa Saja Strategi Komunikasi Persuasif Yang Efektif?

Untuk membangun keterampilan komunikasi persuasif, kamu bisa melakukan 8 strategi komunikasi persuasif berikut ini. 

1. Kenali perilaku lawan bicara

Kenali lebih dahulu seperti apa perilaku lawan bicara yang kamu temui. Jika kamu telah mengetahui dan memahami perilaku orang yang akan kamu ajak berkomunikasi, tentu kamu lebih leluasa berbicara dengan mereka. Termasuk memilih bagaimana cara penyampaian yang tepat. Misalnya, cara bicara, pemilihan kata, bahasa tubuh yang pas, dan intonasi bicara. Dengan begitu membujuk mereka untuk melakukan hal positif pun lebih mudah.

2. Tunjukkan selera humor

Komunikator andal biasanya mempunyai selera humor tinggi. Saat kamu bersikap humoris, kamu dapat mendekatkan diri pada lawan bicara lebih mudah pula. Bahkan, kamu bisa mengajak atau membujuk lawan bicara melalui lelucon atau candaan yang sebetulnya menyiratkan upaya persuasi. Begitu mereka tertarik dengan humor yang kamu tuturkan, mereka juga lebih bersikap terbuka padamu dan cenderung mudah menyetujui sesuatu.

3. Terampil berkomunikasi

Seseorang yang terampil berkomunikasi tentu lebih memikat lawan bicara. Pesan yang disampaikan secara persuasif akan lebih mengena dan tepat sasaran ketika disampaikan oleh komunikator yang piawai membawa diri. Gaya bicara penuh percaya diri seperti ini membuatmu mudah mempengaruhi lawan bicara untuk sepakat dan mau melakukan hal positif. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi

4. Punya wawasan luas

Berwawasan luas jadi ciri komunikator yang mampu mempengaruhi orang lain. Tidak hanya terkait materi pembicaraan saja, tetapi juga berbagai obrolan santai yang bisa menjadi topik selingan saat berbicara dengan mereka. Contoh, kamu sudah membekali diri dengan tren musik terkini ketika berbincang dengan klien yang kebetulan penyuka musik. Ini akan memudahkan kamu membuka atau mencairkan suasana jika diperlukan.

5. Kuasai materi

Sebagai komunikator profesional, kamu pasti tidak ingin terlihat biasa-biasa saja atau malah tidak tahu apa-apa di hadapan lawan bicara. Menguasai materi jadi langkah penting yang harus kamu lakukan supaya terlihat kompeten dalam menyampaikan pesan persuasi kepada lawan bicara. Plus, penguasaan materi yang mumpuni juga jadi faktor penentu yang menarik lawan bicara untuk menyimak dan mau berbagi informasi denganmu. 

6. Bangun rasa percaya diri

Percaya diri tampak dari bagaimana cara komunikator berbicara dengan lawan bicara. Ketika kamu terlihat percaya diri, tumbuh keyakinan dari lawan bicara sehingga mereka mau memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan. Dengan begitu, lebih mudah bagimu untuk membujuk dan mempengaruhi sikap serta tindakan lawan bicara.

Sikap percaya diri berkaitan erat dengan keterampilan kamu berbahasa dan berbicara di hadapan publik, berikut teknik penguasaan materi yang akan disampaikan. Bisa dibilang, percaya diri merupakan strategi komunikasi persuasif paling mendasar yang menentukan keberhasilan teknik ini.

7. Biasakan diri bersikap tenang

Komunikator dituntut untuk mampu menjawab pertanyaan yang dilemparkan lawan bicara. Ketika ada pertanyaan yang tidak dapat dijawab, mereka bisa langsung beradu argumen denganmu sampai memperoleh jawaban memuaskan. Dalam situasi seperti ini mudah bagimu untuk merasa panik dan tersulut emosi.

Maka, situasi “sepanas” apa pun seharusnya tetap bisa kamu hadapi dengan tenang. Ketenangan dalam merespons akan membantumu berpikir sejenak dan merumuskan kalimat yang akan menjawab pertanyaan lawan bicara. Bersikap tenang pun memberi efek positif pada keberhasilan komunikasi persuasif.

8. Mudah bergaul dan bersosialisasi

Sikap supel, ramah, dan mudah berbaur akan membantu kamu lebih dekat dengan lawan bicara. Komunikator yang mudah bergaul dan bersosialisasi cenderung cepat memperoleh kepercayaan lawan bicara sehingga mereka bersikap terbuka pada apa pun yang disampaikan. Dengan demikian, peluang mereka terpengaruhi oleh apa yang kamu sampaikan juga semakin besar.

Demikian strategi komunikasi persuasif yang dapat kamu kembangkan untuk menjadi seorang komunikator andal dan mampu mempengaruhi orang lain, khususnya dalam hubungan kerja. Praktikkan pula etika komunikasi persuasif dengan tetap menghargai pendapat lawan bicara. 

Tertarik mendalami strategi komunikasi persuasif dan keterampilan komunikasi lainnya? GreatNusa menawarkan kursus bertopik komunikasi yang dapat kamu ikuti dengan harga terjangkau. Dengan pendampingan dari pengajar profesional, kamu dapat mengasah keterampilan komunikasi dan menjadikannya kompetensi utama sebagai modal bersaing di dunia kerja.

Ayo, daftarkan dirimu di GreatNusa sekarang juga!