Ketika mendengar istilah “kepemimpinan strategis”, kamu mungkin membayangkan sebuah ruangan berisi para eksekutif yang sedang menyusun strategi untuk organisasi mereka. Namun, seharusnya, kepemimpinan strategis tidak hanya datang dari orang-orang yang berada di posisi atas. Setiap tingkatan dalam organisasi juga perlu menerapkannya, apalagi untuk menghadapi sejumlah urusan yang tak dapat diprediksi dari waktu ke waktu.

Maka dari itu, dalam pembahasan kali ini, kami akan menguraikan seluk-beluk dari strategi kepemimpinan, mulai dari pengertian, tips, hingga macam-macam keahliannya. Yuk, simak dengan saksama!

Apa Itu Strategi Kepemimpinan?

Strategi kepemimpinanmemberikan cakupan dan arahan untuk membantu menyukseskan organisasi. Bagian utama dari kesuksesan tersebut berasal dari pengelolaan perubahan terus-menerus secara efektif melalui pengembangan proses dan manusia. Oleh sebab itu, semua eksekutif dan manajer harus punya alat yang dibutuhkan untuk menyusun dan mengimplementasikan strategi, lalu menggunakannya di momen yang tepat.

Baca Juga: 9 Tipe Kepemimpinan Dalam Dunia Profesional

Pengelolaan lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian membutuhkan para pemimpin strategis yang secara konsisten mempertahankan arah, sekaligus membangun sasaran dan objektif untuk tim yang mereka pimpin. Kepemimpinan strategis bisa dibilang berhasil jika menggabungkan elemen manusia, sudut pandang analitis, dan taktik cerdas.

Apa Saja Tips Menjadi Pemimpin Strategis?

Bagaimana cara menjadi pemimpin strategis yang baik? Ikuti tips berikut!

1. Memiliki Visi Yang Jelas

Visi merupakan bagian penting dari seorang pemimpin strategis. Visi akan mempengaruhi seluruh rencana perusahaan, baik jangka panjang atau pendek.

Selain itu, visi juga akan menjadi bagian penting saat akan menyusun strategi perusahaan. Pemimpin yang strategis harus bisa menjalankan operasi dengan jadwal padat, hasil jangka pendek, dan fokus jangka panjang.

Tidak semua kepemimpinan memerlukan pandangan masa depan untuk menjadi efektif. Namun, pemimpin operasional harus mampu mengelola fungsi sehari-hari dan andal dalam bekerja sama dengan anggotanya.

2. Fokus pada Perubahan

Pemimpin strategis sering kali menjadi “pengemudi” dari perubahan organisasi. Terlebih, pekerjaan mereka akan memberikan pengaruh yang sangat besar. Namun, seorang pemimpin strategis harus tahu waktu yang tepat untuk merencanakan dan mengimplementasikan perubahan.

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Pemimpin dan Manajer?

Apa Saja Keahlian Yang Dibutuhkan Pemimpin Strategis?

Apa saja keahlian yang harus dikuasai oleh pemimpin strategis?

1. Bisa Mengantisipasi

Banyak organisasi dan pemimpin yang payah dalam mendeteksi ancaman dan peluang yang berada di lingkup bisnis mereka. Namun, pemimpin strategis harus terus waspada dan mengasah kemampuan mereka dalam mengantisipasi dengan memperhatikan sinyal perubahan yang ada dalam lingkungan sekitar.

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan ini? Berikut beberapa tipsnya:

  • Melakukan riset pasar dan bisnis untuk memahami perspektif kompetitor, mengukur kecenderungan reaksi mereka terhadap produk atau inisiasi baru, dan memprediksi potensi penawaran yang merugikan.
  • Berbicara dengan pelanggan, pemasok, dan mitra untuk mengetahui tantangan mereka.
  • Mencatat pelanggan yang baru-baru ini “kabur” dan mencari tahu alasannya.
  • Menengok rival dengan pertumbuhan pesat dan menyelidiki tindakan mereka yang membuat bisnis perusahaan terganggu.
  • Datang ke konferensi dan acara di sektor industri lain.
  • Menggunakan perencanaan skenario untuk memprediksi berbagai kemungkinan masa depan dan menyiapkan perusahaan dalam menghadapi kejadian tak terduga.

2. Siap Menghadapi Tantangan

Pemikir strategis tidak bersantai-santai saat kondisi status quo. Mereka menantang asumsi diri sendiri maupun orang lain serta mendorong sudut pandang yang berbeda. Pemimpin strategis baru bertindak tegas ketika telah merenungkan dan meneliti problem dari ‘kacamata’ yang beragam. Keahlian ini membutuhkan kesabaran, pemikiran terbuka, dan keberanian.

Untuk mengembangkan kesiapan dalam menghadapi tantangan, kamu perlu menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Mencatat asumsi di masa lalu dan menanyakan beragam kelompok apabila dugaan tersebut benar.
  • Mendorong debat dengan mengadakan pertemuan “zona aman” yang mempersilakan dan mengharapkan konflik sehat dan dialog terbuka.
  • Fokus pada akar permasalahan ketimbang gejalanya.
  • Membuat perubahan posisi demi menunjukkan tujuan untuk tidak bersantai selama status quo.
  • Melibatkan penentang dalam proses pembuatan keputusan untuk mengetes tantangan lebih awal.
  • Ambil masukan dari orang-orang yang tidak terpengaruh sebuah keputusan secara langsung—bisa jadi mereka punya pandangan yang bagus.

3. Cermat Melakukan Interpretasi

Pemimpin yang menghadapi tantangan dengan baik biasanya akan bertemu dengan informasi yang kompleks dan bertentangan. Itulah alasan mengapa pemimpin harus mampu berinterpretasi. Ketimbang terus-terusan mendengar dan melihat apa yang diinginkan, kamu perlu menyatukan semua masukan yang ada. Pemimpin strategis juga harus mengenali pola masalah, memecah keraguan, dan mencari wawasan baru.

Inilah beberapa cara untuk mengembangkan keahlian interpretasi:

  • Dorong dirimu untuk melihat detail sekaligus melihat gambaran besar terkait permasalahan.
  • Mencari bukti dan informasi “hilang” secara aktif yang menyangkal hipotesismu.
  • Ketika menganalisis data yang ambigu, catat setidaknya tiga penjelasan paling memungkinkan dan mengundang pihak lain yang memiliki pandangan berbeda.
  • Lengkapi observasi dengan analisis kuantitatif.
  • Istirahatkan tubuh dan jiwa untuk merangsang pemikiran terbuka.

4. Berani Mengambil Keputusan

Kerap kali, orang-orang berhadapan dengan informasi yang tak lengkap dan harus memutuskan sesegera mungkin. Namun, pemikir strategis akan mengumpulkan banyak opsi dan tidak terpaku dengan pilihan simpel seperti “lakukan” atau “jangan lakukan”. Mereka tidak langsung kelabakan dan mengikuti proses secara cermat. Kesimpulannya, seorang pemimpin strategis perlu memiliki keberanian atas keyakinannya—berdasarkan proses pembuatan keputusan yang kukuh.

Inilah cara mengembangkan keahlian untuk memutuskan:

  • Menyusun kriteria keputusan untuk proyek jangka pendek dan jangka panjang.
  • Membagi keputusan besar menjadi potongan-potongan kecil agar dapat memahami setiap komponen dan melihat konsekuensi yang tak disengaja dengan lebih baik.
  • Menentukan orang-orang yang perlu terlibat dan pihak yang bisa memengaruhi keberhasilan putusan.

Baca Juga: 10 Strategi Pengambilan Keputusan Yang Efektif

5. Tak Berhenti Belajar

Pemimpin strategis merupakan pusat dari pembelajaran organisasi. Mereka harus mengangkat budaya bertanya dan mencari hikmah dari hasil yang sukses maupun tidak sukses. Pemimpin strategis juga perlu belajar dari kesalahan diri sendiri dan tim secara terbuka dan konstruktif.

6. Melihat Persoalan secara Holistik

Pendekatan holistik merupakan salah satu metode penyelesaian masalah paling efektif. Cara berpikir ini mendorong seseorang untuk memahami bahwa setiap perubahan kecil akan memengaruhi aspek secara keseluruhan. Bebas dari pola pikir sendiri dan melihat dari perspektif baru dapat membantu menuntaskan persoalan.

Pemikiran holistik sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin strategis. Pemimpin harus bisa melihat permasalahan lewat gambaran besar. Tak hanya itu, segala problem interpersonal patut diselesaikan dengan cara mencari akar konflik supaya membuahkan solusi jangka panjang sekaligus membuat semua pihak yang terlibat merasa lega.

Bagaimana cara menerapkan pendekatan holistik dalam kepemimpinan strategis? Cobalah lihat persoalan dari segala sisi, gunakan informasi yang akurat dan relevan, hindari asumsi tanpa dasar, tidak menyudutkan pihak yang bersalah, serta jadilah pendengar yang baik.

7. Komunikasi Yang Efektif

Kemampuan komunikasi efektif merupakan hal penting bagi seorang pemimpin strategis. Seorang pemimpin bisa saja memiliki visi yang cemerlang. Tetapi, jika pemimpin tersebut tidak dapat mengkomunikasikannya dengan pihak lain, maka visi tersebut akan sulit untuk terwujud.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill Dalam Organisasi

Komunikasi juga merupakan kemampuan penting untuk mengolah sumber daya. Dengan komunikasi yang baik, kamu akan dapat mengerti kebutuhan setiap anggota tim dengan baik. Dengan begitu, kamu dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang baik bagi seluruh anggota tim.

Selain itu, komunikasi yang baik juga dapat membantu meminimalisir miskomunikasi yang dapat berdampak pada terhambatnya sebuah pekerjaan.

Itulah seluk-beluk kepemimpinan strategis yang perlu kamu pahami. Kesimpulannya, kepemimpinan strategis adalah suatu cara dalam berpikir dalam bertindak. Strategi kepemimpinanyang paling efektif bukan hanya mengajarkan para pemimpin tentang cara-cara menyusun taktik. Metode ini juga berorientasi pada perubahan, fokus pada masa depan, serta memperluas wawasan mereka.

Apakah menurutmu informasi kali bermanfaat? Kalau begitu, jangan lupa berkomentar dan tekan tombol “share”, ya!

Mau tahu lebih jauh tentang kepemimpinan? Yuk, belajar melalui kursus di GreatNusa!