Pada tahun 2005, W. Chan Kim dan Renée Mauborgne menerbitkan buku berjudul Blue Ocean Strategy yang laku lebih dari 1 juta eksemplar. Buku ini dianggap sebagai buku yang harus dibaca oleh siapa saja yang ingin merancang strategi bisnis yang mumpuni. Di antara sekian banyak teknik yang dibahas dan dijelaskan dalam buku tersebut adalah strategi canvas.

Blue Ocean Strategy sendiri berangkat dari teori yang menganggap bahwa kesuksesan yang langgeng tidak akan datang dari pasar yang ramai. Untuk bisa sukses secara berkelanjutan, kamu harus menciptakan dan memiliki ruang pasar sendiri. Selain membahas tentang strategi canvas, buku ini berisi lebih dari 150 studi yang mencakup 100 tahun perjalanan bisnis dari 30 jenis industri di dunia.

Apa Itu Strategi Canvas?

Strategi canvas atau kanvas strategi merupakan sebuah metodologi visualisasi sederhana namun sangat kuat. Meskipun tidak dapat mengidentifikasi ruang pasar baru, kanvas strategi mampu memberikan momen ‘eureka’ saat digunakan sebagai bagian dari proses strategi.

Kanvas strategi adalah alat diagnostic utama dan kerangka kerja tindakan yang secara grafis menangkap lanskap strategis saat ini dan prospek perusahaan di masa depan dalam satu gambaran sederhana.

Kanvas strategi terdiri dari dua sumbu grafis di mana sumbu horizontal pada kanvas menangkap berbagai faktor yang menjadi persaingan bagi perusahaan (baik dalam kegiatan operasionalnya maupun bidang yang diinvestasikan oleh perusahaan). Sedangkan sumbu vertikal menggambarkan tingkat penawaran yang diterima oleh pembeli di semua faktor persaingan utama ini. Kurva nilai atau profil strategis adalah gambaran grafis dari kinerja relatif perusahaan di seluruh faktor persaingan industrinya.

Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif

Kanvas strategi memungkinkan sebuah perusahaan untuk melihat dalam satu gambaran sederhana semua faktor yang menjadi tempat persaingan dan investasi dalam industri, apa yang diterima oleh pembeli dan apa profil strategis para pemain utama. Secara umum, strategi canvas memiliki dua tujuan utama:

  • Menggambarkan keadaan di ruang pasar yang ada serta memungkinkan perusahaan melihat dengan jelas faktor-faktor persaingan, apa yang diterima oleh pembeli dan bagaimana profil strategis dari pemain utama
  • Mendorong perusahaan untuk melakukan reorientasi fokus dari pesaing ke alternated dan dari pelanggan ke non pelanggan industri.

Langkah-langkah Membuat Strategi Canvas

Untuk mulai membuat kanvas strategi untuk bisnis kamu sendiri, ada 4 langkah mudah yang bisa kamu ikuti. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini!

1. Identifikasi Kompetisi

Langkah pertama untuk merancang kanvas strategi adalah dengan mengetahui siapa pesaingmu. Sebenarnya ini adalah langkah yang penting untuk semua perencanaan strategi. Tergantung pada sifat industri tempat perusahaan kamu berjalan, kamu bisa mengidentifikasi pesaing individu berdasarkan nama.

Jika menurut kamu itu terlalu sulit, kamu bisa mengelompokkannya ke dalam kelompok semi-homogen yang jumlahnya lebih sedikit. Jangan lupa juga untuk memasukkan bisnis kamu sendiri untuk melihat apakah bisnismu sudah masuk di dalam pasar atau belum.

Saat melakukan identifikasi pesaing, penting untuk melihat masalah dari sudut pandang pelanggan. Siapa atau apalagi yang kira-kira bisa kamu lakukan untuk memuaskan kebutuhan pelangganmu.

2. Identifikasi Faktor-faktor Persaingan

Langkah kedua yang harus kamu lakukan adalah melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor apa atau value apa yang membuat pelanggan memilih produk atau layanan yang kamu sediakan. Kita ambil contoh untuk layanan penerbangan. Beberapa faktornya adalah harga tiket, makanan, pilihan kursi dan lain sebagainya.

Baca Juga: 10 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis

Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan benar-benar berbicara pada target pasar kamu. Meskipun begitu, ada beberapa pendekatan penelitian yang bisa kamu gunakan. Penting untuk berbicara dengan orang yang sudah membeli produk atau layanan kamu, orang yang membeli produk atau layanan dari pesaing kamu serta orang yang sama sekali belum pernah membeli produk dan layanan kamu (tapi memiliki kemungkinan akan membelinya di masa depan).

Perlu diingat bahwa mungkin tidak semua orang yang kamu tanyai akan tahu tentang apa yang sebenarnya mereka inginkan. Karena itu, kamu perlu cara yang sedikit kreatif untuk mengetahuinya.

3. Evaluasi Kompetisi

Langkah ketiga adalah mulai menggambar grafis yang sebenarnya. Buat garis untuk setiap pesaing/jenis pesaing dengan menunjukkan seberapa baik kinerja mereka dalam memberikan hal-hal yang dianggap penting (memiliki value) oleh pelanggan kamu.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas, kamu bisa melakukan rapat dengan anggota yang dibagi ke dalam beberapa tim. Masing-masing tim membuat peta strategi yang berbeda tergantung bagaimana mereka memilih faktor-faktor yang dianggap penting serta bagaimana cara mereka menilai kompetisi yang ada.

Namun sekali lagi, kamu juga bisa bertanya langsung kepada pelangganmu. Kamu dapat menggunakan berbagai teknik riset untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat dan objektif.

4. Buat Bagan dari Diferensiasi Kompetitif Perusahaan

Sekarang saatnya untuk memetakan strategi baru ke atas kanvas. Tujuannya adalah untuk membuat garis yang secara substansial memiliki perbedaan dengan garis dari pesaing perusahaan kamu. Perbedaan itu berasal dari perpaduan unik faktor-faktor kompetitif yang akan membedakan bisnis kamu dengan pesaing lainnya. Jangan lupa mempertimbangkan berbagai hal seperti:

  • Faktor apa yang akan kamu tingkatkan? Misalnya saja dengan memberikan harga yang lebih murah atau garansi yang lebih panjang dari pesaing kamu
  • Faktor apa yang akan kamu kurangi? Misalnya saja seperti IKEA yang mengurangi layanan offline dengan beralih lebih banyak ke pasar online
  • Faktor apa yang akan kamu tambahkan? Pada kasus IKEA misalnya, mereka menambahkan fitur di mana pelanggan bisa membawa furniture yang mereka beli di hari yang sama dibanding harus memesan kemudian menunggu proses pembuatan dan pengiriman yang memakan waktu lebih lama.

Tentu saja kamu juga tidak bisa melakukan diferensiasi sembarangan. Kamu harus memilih kombinasi yang menurut target pelangganmu cukup menarik sekaligus bisa mempertahankan tujuan komersial dari bisnismu. Kamu harus menggali lebih dalam strategi lain untuk bisa melakukannya.

Dengan menggunakan kanvas strategi ini Kim dan Mauborgne menyoroti 3 peluang yang mungkin akan kamu peroleh yakni:

  • Peluang untuk meningkatkan nilai pelanggan di sepanjang faktor-faktor yang bersaing dengan pemain lama dan yang paling dianggap penting/memiliki value di mata pelanggan
  • Peluang untuk menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang menjadi sumber persaingan hari ini dan akan mengurangi biaya yang penting
  • Peluang untuk menciptakan elemen baru dari value yang belum pernah diterima oleh pelanggan sebelumnya.

Baca Juga: Implementasi Strategi: Pengertian dan Contoh

Itulah dia penjelasan tentang apa itu strategi canvas dan bagaimana kamu dapat mengaplikasikannya pada bisnismu. Merancang strategi yang baik bagi sebuah bisnis memang tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan satu cara saja. Untuk dapat memahami strategi canvas, kamu dapat mengikuti kursus dari GreatNusa. Kamu bisa mengambil Membuat Kanvas Model Bisnis untuk Pemula yang dapat membantu kamu membuat model kanvas yang lebih spesifik dan detail.