Perencanaan agregat adalah salah satu hal yang harus bisa dikuasai untuk bisa menjalankan proses manajemen dengan maksimal. Dalam sebuah proses perencanaan bisnis, sebuah perusahaan akan bisa menyelesaikan apa yang dirancang jika bisa memenuhi ekspektasi yang ditargetkan. Rencana tahunan dari sebuah perusahaan akan terdiri dari beragam hal, mulai dari tenaga kerja, bahan baku, modal kerja, dll. Hal ini juga bisa dipecah dalam bentuk jangka menengah (6 bulan sampai 18 bulan). Proses mengerjakan persyaratan produksi untuk jarak menengah ini juga dikenal sebagai perencanaan agregat. 

Agar setiap perusahaan bisa berhasil mendapat untung dari suatu produk, maka ada satu hal yang harus kamu perhatikan. Jika membuat terlalu sedikit produk, maka peluang finansial akan terlewatkan. Buat terlalu banyak maka uang bisa terbuang sia-sia pada bagian produksi dan pergudangan. Tentu ini akan menjadi dilema yang harus dihadapi. Untuk dapat menyeimbangkan antara permintaan dan kapasitas, perencanaan agregat bisa membantu kamu. Agar bisa memahami hal yang satu ini dengan lebih baik, maka kamu bisa mempelajari beragam informasi yang ada di bawah ini. 

Mengapa Perencanaan Agregat Sangat Penting?

Perencanaan agregat merupakan metode untuk menganalisis, mengembangkan, dan memelihara rencana manufaktur yang berusaha untuk menghasilkan produksi yang konsisten dan tidak terputus. Perencanaan agregat paling sering difokuskan pada perkiraan penjualan yang ditargetkan, manajemen inventaris, dan tingkat produksi dalam jangka menengah antara 6 hingga 18 bulan mendatang.

Perencanaan agregat memainkan bagian penting dalam mencapai tujuan jangka panjang organisasi. Perencanaan agregat akan sangat membantu dalam:

  • Mencapai tujuan keuangan dengan mengurangi biaya variabel keseluruhan dan meningkatkan laba
  • Pemanfaatan maksimum fasilitas produksi yang tersedia
  • Cocokkan permintaan dan mengurangi waktu tunggu untuk pelanggan
  • Mengurangi investasi dalam penyimpanan persediaan
  • Mampu memenuhi tujuan penjadwalan dengan menciptakan tenaga kerja yang bahagia dan puas

Baca Juga: Contoh Perencanaan Agregat pada Perusahaan yang Bisa Diterapkan

Bagaimana Cara Membuat Rencana Agregat?

Untuk membuat rencana agregat, kamu harus terlebih dahulu menentukan jumlah unit yang diproduksi selama jangka waktu tertentu. Baik secara kapasitas, jumlah unit yang dibutuhkan, dan seberapa banyak permintaan pelanggan. Berikut adalah beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam hal ini

1. Strategi Penetapan Harga

Saat permintaan rendah, turunkan harga agar sesuai dengan kapasitas. Kamu juga dapat melakukan sebaliknya; ketika permintaan tinggi, naikkan harga.

2. Periklanan/Promosi

Kegiatan pemasaran dan promosi dapat memengaruhi permintaan produk atau layanan kamu.

Baca Juga: 7 Strategi Digital Marketing Yang Efektif Tingkatkan Penjualan

3. Pemesanan Kembali

Tunda pengiriman hingga permintaan memenuhi kapasitas.

4. Penciptaan Permintaan Baru

Buat permintaan lain untuk melengkapi permintaan yang sudah ada.

5. Tenaga Kerja

Perusahaan dapat memberhentikan atau mempekerjakan karyawan untuk memenuhi permintaan atau menanggapi kekurangannya. Lembur, subkontrak atau penggunaan tenaga kerja sementara juga pilihan yang bisa digunakan.

Baca Juga: Mengenal Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Faktor-Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Perencanaan Agregat?

Karena fungsinya yang menyeimbangkan perencanaan strategis jangka panjang dengan keberhasilan produksi jangka pendek, perencanaan agregat menjadi sebuah hal yang sangat dibutuhkan. Faktor-faktor berikut sangat penting sebelum proses perencanaan agregat benar-benar dapat dimulai;

  • Ketersediaan informasi yang lengkap mengenai fasilitas produksi dan bahan baku yang tersedia.
  • Prakiraan permintaan yang solid yang mencakup periode jangka menengah
  • Perencanaan keuangan seputar biaya produksi yang meliputi bahan baku, tenaga kerja, perencanaan persediaan, dll.
  • Kebijakan organisasi seputar manajemen tenaga kerja, manajemen mutu, dll.

Agar perencanaan agregat berhasil, masukan berikut diperlukan;

  • Prakiraan permintaan agregat untuk periode yang relevan
  • Evaluasi semua sarana yang tersedia untuk mengelola perencanaan kapasitas seperti sub-kontrak, outsourcing, dan lain-lain.
  • Status operasional tenaga kerja yang ada (jumlah, keahlian, dll.), tingkat persediaan dan efisiensi produksi

Baca Juga: 4 Urutan Tahap Perencanaan Proses Produksi

Apa Saja Jenis Strategi Perencanaan Agregat?

Jika sudah mempertimbangkan beragam faktor di atas, maka kini saatnya kamu  mulai membangun strategi mengenai perencanaan agregat melalui 3 cara yang tersedia. Setiap strategi yang ada di bawah ini memiliki beragam pendekatan yang bisa disesuaikan dengan perusahaan. 3 strategi utama yang digunakan adalah:

1. Level Strategy

Tujuan dari strategi perencanaan agregat adalah untuk menjaga tingkat produksi dan tingkat tenaga kerja agar bisa seimbang. Untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan, maka kamu akan membutuhkan peramalan permintaan yang kuat untuk mengetahui apakah tingkat produksi harus ditingkatkan atau diturunkan seiring permintaan pelanggan tumbuh dan menyusut. Strategi perencanaan produksi agregat ini akan membuat tenaga kerja tetap stabil, tetapi dapat meningkatkan inventaris produk dari perusahaan.

2. Chase Strategy

Untuk strategi yang satu ini, perusahaan akan berusaha mengejar permintaan pasar. Produksi sesuai dengan permintaan dan kelebihan persediaan tidak ditahan. Ini adalah bagian dari strategi produksi ramping, yang bisa menghemat uang dengan menunggu sampai pesanan didapatkan. Jika kamu  kesulitan untuk bisa memenuhi permintaan yang datang dari pasar, produktivitas dan kualitas dapat dikurangi. Namun itu dapat berdampak negatif pada moral tenaga kerja perusahaan.

3. Hybrid Strategy

Strategi yang satu ini berupa gabungan hybrid dari dua strategi sebelumnya. Ini menjaga keseimbangan antara tingkat produksi, tenaga kerja, dan tingkat persediaan, sambil tetap merespons permintaan saat berubah. Alternatif ini menawarkan sedikit fleksibilitas yang dapat memenuhi permintaan saat bekerja untuk menjaga biaya produksi tidak terlalu tinggi.

Apa yang Bisa Didapatkan Dari Perencanaan Agregat?

Dengan memenuhi tujuan strategis dari perencanaan agregat, produsen dapat menyeimbangkan permintaan produksi jangka pendek dan jangka panjang serta mengoptimalkan produktivitas dan keuntungan. Selai hal tersebut beragam keuntungan tambahan lainnya yang akan bisa perusahaan dapatkan adalah:

  • Menstabilkan upaya manufaktur
  • Memfasilitasi lean manufacturing
  • Mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan sumber daya
  • Menurunkan biaya operasional
  • Meningkatkan pengiriman tepat waktu
  • Meningkatkan hubungan rantai pasokan
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan

Di Mana Kamu Dapat Mempelajari Manajemen Operasional?

Sebagai salah satu bagian dari ilmu manajemen, rencana agregat adalah sebuah pengetahuan yang akan bisa membantu kamu dalam meraih hasil terbaik untuk bisa mencapai tujuan akhir yang diinginkan perusahaan.

Selain menguasai satu materi saja, akan lebih baik jika paham berbagai macam hal yang terkait untuk bisa menyusun perencanaan yang lebih matang. Salah satu hal yang juga bisa kamu  perdalam untuk bisa menghasilkan perancangan rencana yang efektif untuk perusahaan adalah manajemen operasional.

Manajemen operasional merupakan sebuah pengelolaan (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengendalian) semua kegiatan yang berhubungan dengan barang dan jasa secara langsung. Tentu saja ini akan berhubungan dengan beragam hal yang ada dalam fungsi pengelolaan perusahaan, termasuk rencana agregat.

Jika kamu bingung ingin belajar hal ini di mana, mungkin belajar strategi manajemen operasional di GreatNusa akan bisa membantu kamu. Tunggu apalagi, mari belajar beragam pengetahuan yang berguna di sini, mulai dari webinar, teknik, perkembangan diri, bisnis dan manajemen, ekonomi, desain, teknologi, dan masih banyak lagi. Perencanaan agregat adalah salah satu hal yang bisa kamu pelajari di sini untuk bisa membangun rencana perusahaan yang optimal, efektif, dan berhasil.