Sebagai orang dewasa sudah menjadi tugas kita untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk bisa berkontribusi adalah dengan bekerja. Meskipun begitu, banyak orang yang kurang memahami apa pentingnya memiliki pekerjaan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada Anda, ada baiknya Anda mengenal jenis-jenis motivasi dalam bekerja.

Bekerja bukan hanya tentang datang ke kantor dan menyelesaikan tugas. Memiliki pekerjaan berarti memiliki kegiatan untuk meningkatkan kualitas diri dan kehidupan. Jadi selain menjadi karyawan, ada banyak bidang lain untuk ditekuni dan menjadi pekerjaan kita.

Apabila kamu termasuk salah satu orang yang belum begitu paham pentingnya memiliki pekerjaan, ada baiknya kita mengenal beberapa jenis motivasi yang kerap dijadikan alasan untuk bekerja. Berikut ulasan tentang 6 jenis motivasi dalam bekerjasebagai referensi.

Apa Saja Jenis-Jenis Motivasi Dalam Bekerja?

1. Motivasi Pendapatan

Salah satu contoh motivasi kerja yang paling umum adalah motivasi pendapatan. Diakui atau tidak setiap orang pasti membutuhkan penghasilan entah itu untuk membiayai kehidupannya sendiri atau anggota keluarga lain. Inilah mengapa banyak orang yang menjadikan pendapatan sebagai motivasi utama mereka untuk memiliki pekerjaan.

Apalagi zaman sekarang kebutuhan hidup semakin beragam dan mendesak. Tanpa memiliki penghasilan, seseorang tidak bisa membiayai kehidupannya sendiri dan berkontribusi terhadap sekitar. Mungkin orang tua atau kerabat ada yang bersedia membiayai kehidupan kamu. 

Tapi sampai kapan kita akan bergantung pada orang lain soal kehidupan? Cepat atau lambat kita pasti membutuhkan penghasilan sendiri. Meskipun kerap menjadi motivasi utama, bekerja dengan tujuan memiliki penghasilan saja ternyata memiliki sisi buruk.

Orang menjadi terpaku pada gaji dan mengabaikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Padahal dengan mengembangkan diri, kemungkinan untuk mendapatkan karir atau penghasilan lebih baik akan semakin besar.

Baca Juga: 15 Pekerjaan Dengan Gaji Tertinggi Dan Kualifikasinya

2. Motivasi Jenjang Karir

Ketika mencari pekerjaan, kamu tentunya tidak hanya memiliki tujuan untuk mencari uang semata. Walaupun uang memang adalah hal yang penting, tetapi kamu tentunya juga perlu mencari kenyamanan dan kepuasan dalam bekerja.

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, memiliki karir bagus akan memberi kesempatan pada kita untuk mendapatkan penghasilan yang bagus pula. Inilah mengapa banyak yang menjadikan jenjang karir sebagai motivasi saat bekerja.

Biasanya, orang yang bekerja dengan motivasi jenjang karir cenderung ambisius. Kita akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai tingkatan yang diinginkan dengan cara bekerja sebaik mungkin dan selalu mengembangkan keterampilan diri. Sebenarnya, jenis motivasi ini memiliki sisi positif dan negatif. 

Positifnya, orang tidak hanya terpaku pada pendapatan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Mereka juga akan berusaha mengembangkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Negatifnya, mereka bisa saja menghalalkan segala cara untuk mencapai posisi yang diinginkan.

Tapi meskipun begitu, jenis motivasi jenjang karir termasuk salah satu yang perlu kita miliki. Karena diakui atau tidak, hal ini akan membuat kita bersemangat untuk menjalani pekerjaan dan mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap tempat kerja.

3. Motivasi Pengalaman dan Keterampilan

Banyak orang yang bekerja di sebuah tempat untuk mendapat pengalaman atau keterampilan baru. Karena diakui atau tidak, banyak perusahaan yang mensyaratkan pengalaman sebagai salah satu kualitas untuk menjadi karyawan di tempat mereka. Jadi jangan heran apabila banyak yang mau digaji kecil hanya demi mendapat pengalaman agar bisa bekerja di tempat yang lebih baik.

Serunya memiliki motivasi ini adalah, saat bekerja kita bisa lebih fokus dalam mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan. Inilah mengapa, kita harus bekerja di tempat yang tepat dengan pimpinan yang demokratis. Karena selain motivasi yang telah disebutkan, memiliki lingkungan kerja baik juga sangat membantu dalam memiliki pengalaman yang baik pula.

4. Motivasi Hobi

Banyak orang yang terjun di dunia kerja karena menggemari bidang yang sedang ditekuni. Karena sambil bekerja, mereka juga dapat melakukan sesuatu yang disenangi. Inilah mengapa orang-orang dengan jenis motivasi dalam bekerja ini biasanya lebih tekun dan totalitas.

Selain itu, jika kita bekerja karena hobi hasilnya cenderung lebih maksimal. Entah itu dari segi prestasi ataupun pendapatan. Kemungkinan untuk mengalami stres atau depresi akibat pekerjaan juga sangat kecil. Jadi apabila sampai detik ini kamu masih belum memperoleh pekerjaan yang sesuai, sebaiknya pertimbangkan untuk bekerja di bidang yang digemari.

5. Motivasi Psikologi

Meskipun kadang pekerjaan membuat kita merasa tertekan, tapi hal tersebut jauh lebih baik daripada tertekan karena tidak memiliki pekerjaan. Inilah mengapa banyak orang yang termotivasi untuk bekerja agar terhindar dari rasa depresi atau rendah diri akibat belum bisa berkontribusi terhadap keluarga dan lingkungan.

Bagi sebagian orang, bekerja bahkan bisa menjadi salah satu terapi untuk memperbaiki kondisi mental. Karena pekerjaan dapat mengalihkan pikiran mereka ke hal-hal positif dan mengurangi kesempatan untuk berdiam diri tanpa melakukan apapun dalam waktu lama.

Tidak hanya tentang pekerjaan, lingkungan tempat bekerja juga berkontribusi terhadap kesehatan mental. Jadi sebaiknya, pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kondisi diri, melibatkan orang-orang dengan perilaku positif, dan bidangnya cukup kita minati.

6. Motivasi Keluarga dan Lingkungan

Selain lima jenis motivasi sebelumnya, motivasi yang terakhir ini mungkin menjadi alasan banyak orang untuk memiliki pekerjaan. Karena sadar atau tidak, keluarga adalah ring pertama yang terdampak dan memberi dampak ketika kita tidak memiliki pekerjaan.

Misalnya, tanpa pekerjaan seorang kepala keluarga tidak bisa menafkahi keluarganya. Inilah mengapa keluarga menjadi motivasi orang tersebut untuk bekerja. Contoh lainnya, seorang anak merasa tertekan karena belum juga mendapatkan pekerjaan. Inilah mengapa keluarga menjadi alasan dia untuk bekerja agar terhindar dari tekanan.

Di sisi lain, lingkungan juga berkontribusi terhadap motivasi untuk bekerja. Apalagi jika kita tinggal di lingkungan kompetitif yang memberikan tekanan kuat untuk membuat seseorang merasa sangat perlu memiliki pekerjaan. Baik motivasi keluarga ataupun lingkungan sama-sama memiliki sisi positif dan negatif.

Jadi apabila hal ini yang menjadi motivasi kamu dalam bekerja, sebaiknya kuatkan mental. Karena diakui atau tidak, memuaskan keinginan orang lain tidak ada batasnya. Sebaiknya utamakan kepentingan dan kebahagiaan sendiri. Jangan sampai kita bekerja hanya karena malu dengan keluarga atau tetangga tetapi akhirnya malah tertekan secara mental.

Baca juga: Work Life Balance, Cara Untuk Menyeimbangkan Hidupmu

Apa Saja Tips Menjawab Motivasi Melamar Kerja Saat Interview?

Motivasi kamu dalam bekerja adalah salah satu hal yang harus kamu sampaikan dengan baik saat kamu menghadapi interview kerja. Kamu bisa menjadikan jenis-jenis motivasi kerja di atas untuk membantu kamu menyusun motivasi kamu sendiri.

Setelah memiliki motivasi diri kamu sendiri, berikut adalah beberapa tips untuk menjawab motivasi melamar pekerjaan.

1. Jujur

Saat sedang menyusun motivasi melamar kerjamu, pastikan kamu selalu jujur. Tentu, kamu dapat melakukan sedikit sentuhan untuk membuat motivasi bekerjamu tampak luar biasa.

Baca Juga: Mengenal Personal Branding Dan Cara Meningkatkannya

Tetapi, pastikan hal tersebut masih dalam batas wajar dan memang sesuai kenyataan.

2. Tetap Relevan

Pastikan kamu menyusun motivasi bekerjamu sesuai dengan lowongan dan perusahaan yang kamu lamar. Hal ini berkaitan dengan motivasi karir dalam jawabanmu. Jika kamu ingin melamar posisi digital marketing, pastikan motivasi kamu berkaitan dengan bidang digital marketing, misalnya kamu menyukai persinggungan antara pemasaran dan teknologi.

3. Spesifik

Kamu umumnya tidak akan mendapatkan waktu yang cukup untuk bercerita panjang lebar tentang motivasi dalam melamar pekerjaan. Oleh karena itu, kamu bisa menonjolkan hal-hal spesifik dalam jawabanmu.

Misalkan, kamu bisa membagikan pengalamanmu dalam melakukan sebuah hal dan bagaimana hal tersebut berdampak baik bagi perusahaan.

4. Pelajari Visi Misi Perusahaan

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh orang yang baru mulai melamar pekerjaan adalah mempelajari visi dan misi perusahaan. Mempelajari kedua hal tersebut dan mengaitkannya dengan motivasi melamar kerja dapat memperbesar kesempatan kamu diterima.

Selain tampak siap untuk bekerja, kamu juga akan dinilai detil karena memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan yang kamu lamar.

5. Berikan Bukti

Kamu bisa berkata apapun tentang motivasi dalam bekerjamu. Tetapi, jika tidak ada bukti, maka perusahaan akan mempertanyakan hal tersebut. Ini lah kenapa kamu harus selalu jujur dalam menjawab motivasi dalam bekerja. Karena, jika kamu asal berbicara tanpa bisa memberikan bukti, kamu hanya akan membuat dirimu mencurigakan di mata perusahaan.

Motivasi erat kaitannya dengan pengembangan diri dalam bekerja. Jadi sebaiknya, kita memilih jenis motivasi yang tepat agar kualitas dan keterampilan semakin meningkat. Inilah mengapa, selain 6 jenis motivasi dalam bekerja di atas kita juga perlu motivasi lain yaitu pendidikan agar bisa menjadi versi yang lebih baik.

Pendidikan pun tidak harus pendidikan formal seperti kuliah. Kamu bisa memanfaatkan kursus singkat seperti yang ditawarkan oleh GreatNusa. Dengan mengikuti kursus semacam ini kita akan senantiasa termotivasi untuk bekerja dan mengembangkan diri.

Kursus yang ditawarkan GreatNusa cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau minat. Jadi kita bisa bebas memilih bidang yang diinginkan dan berkesempatan memiliki keterampilan baru yang bermanfaat. Bagaimana, menarik bukan?

Nah, itulah ulasan tentang beberapa jenis motivasi dalam bekerja. Kembali lagi, apapun motivasinya, pastikan kita memiliki skill memadai dengan mengikuti salah satu kursus yang diselenggarakan oleh GreatNusa. Semoga bermanfaat.