Bisnis wajib memahami model perilaku konsumen jika ingin mencapai keuntungan dari produknya. Perilaku konsumen melibatkan keputusan seseorang dalam mengeluarkan uang, tenaga, dan waktu untuk membeli barang tersebut. Keputusan ini menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis atau produk di masyarakat.

Produk akan berhasil di pasar kalau kamu mengetahui analisis perilaku konsumen yang tepat. Mari belajar tentang perilaku konsumen serta modelnya di artikel ini.

Apa Saja Model Perilaku Konsumen sebagai Panduan Analisis Perusahaan?

Perilaku konsumen merupakan salah satu jenis riset perusahaan dalam memahami target pasarnya. Perusahaan mempelajari kegiatan, tindakan, dan proses psikologis yang mendorong seseorang membeli produk tersebut. Pengamatan mereka dimulai sebelum orang tersebut membeli barang, kemudian membelinya, menggunakan, hingga mengevaluasi tersebut.

Banyak sekali faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Perusahaan harus memahami semua faktor tersebut, baik internal maupun eksternal, agar mampu memasarkan produk yang tepat. Mereka pun tahu kapan harus berinovasi terhadap produknya sesuai kebutuhan masyarakat kala itu.

Penjelasan perilaku konsumen bisa dipahami dengan model yang tersedia. Ada tiga model yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis perilaku konsumen. Apa saja?

1. Model Pavlovian

Model ini digagas oleh Ivan Pavlov untuk mengetahui proses belajar seseorang. Model Pavlovian berguna pula untuk memahami perilaku konsumen dari caranya mempelajari suatu produk, kemudian membelinya. Analisis perilaku konsumen model ini didasarkan pada kondisi psikologi manusia.

Ada tiga indikator perilaku konsumen menurut Pavlov, yaitu drive, drives, dan reinforcement. Drive merupakan indikator pertama, di mana ada rangsangan (stimuli) yang memancing sebuah aktivitas. Dalam hal ini, perilaku konsumen saat berbelanja dipengaruhi rangsangannya untuk memenuhi kebutuhan.

Kedua, drives atau kebutuhan psikologis manusia saat memilih produk, seperti lapar, haus, lelah, suka, dan lain-lain. Drives ini berperan sebagai penguat drive atau stimuli, sehingga terjadi penguatan atau reinforcement. Indikator terakhir ini yang menjadi pendorong pembelian produk.

2. Model Input, Process dan Output

Model ini lebih sederhana dan melihat perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Sesuai namanya, ada tiga tahap yang dilalui konsumen saat berinteraksi dengan sebuah produk.

Pertama, konsumen melalui tahap input saat terpapar strategi marketing produk tersebut, seperti melihat iklannya. Input-nya bisa pula berupa marketing mix yang terdiri dari 4P, yakni product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

Baca Juga: 10 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis

Konsumen masuk ke tahap process yakni menciptakan keputusan pembelian (buying decision). Keputusan tersebut lahir dari berbagai faktor, salah satunya lingkungan sekitar. Setelah keputusan dibuat, lahirlah output berupa respons konsumen terhadap produk atau perusahaan, apakah mereka jadi membeli atau tidak.

3. Model Sosiologis

Model terakhir melihat keputusan pembelian konsumen berdasarkan pengaruh lingkungan sekitarnya. Konsumen merupakan bagian dari masyarakat, jadi keputusan pembeliannya pun dipengaruhi oleh kondisi sosiologis di sekitarnya.

Lingkungan sekitar konsumen terbagi menjadi dua: primary society dan secondary society. Lingkungan primer terdiri dari keluarga dan orang terdekat konsumen. Mereka memberikan pertimbangan dan ulasan tentang produk yang ingin dibeli konsumen secara mendalam, sehingga memengaruhi keputusan pembeliannya.

Secondary society merupakan orang lain dalam lingkungan yang memiliki minat sama seperti konsumen. Influencer atau tokoh masyarakat yang melakukan endorse atau mengulas suatu produk termasuk dalam secondary society konsumen.

Pengetahuan mendalam tentang pemasaran sangat dibutuhkan agar analisis perilaku konsumen tidak gagal. Riset perilaku konsumen bukan pekerjaan mudah karena harus menganalisis kondisi masyarakat yang rumit. Tenang saja, kamu bisa mengikuti kursus manajemen pemasaran di GreatNusa untuk memperdalam pengetahuanmu. Setelah selesai kursus, kamu pasti bisa mengaplikasikan model perilaku konsumen di atas dalam proses analisisnya.