Kandidat dengan soft skill yang unggul sangat dicari-cari untuk mengisi berbagai jenis profesi. Soft skill (keterampilan lunak) merupakan ciri-ciri interpersonal yang dibutuhkan untuk sukses di lingkungan kerja. Kemampuan ini menunjukkan cara seseorang berpikir, bersikap, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk dapat mulai menguasai soft skill yang dibutuhkan, kamu bisa mulai dengan mengetahui macam macam soft skill yang perlu kamu pelajari.

Soft skill berbeda dengan hard skill alias keahlian teknis—yang langsung relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Hard skill biasanya lebih mudah diukur dan dipelajari daripada keterampilan lunak. Sebagai contoh, seorang tukang kayu harus memiliki keahlian teknis dalam mengoperasikan gergaji mesin. Sementara itu, soft skill dari si tukang kayu adalah berkomunikasi secara efektif dengan rekan-rekan dan kliennya.

Lalu, apa saja macam macam soft skill yang perlu dikuasai? Berikut daftar beserta penjelasannya!

Apa Saja Soft Skills Yang Dapat Kamu Kuasai?

Soft skill sendiri memang identik dengan kemampuan komunikasi. Tetapi, soft skill lebih kompleks dari hal tersebut.

Berikut adalah beberapa contoh soft skill yang dapat kamu jadikan panduan untuk mulai mengasah kemampuan kamu untuk siap masuk ke dalam dunia kerja.

1. Berpikir Kritis

Apa pun profesinya, perusahaan menginginkan kandidat yang bisa menganalisis situasi dan membuat keputusan cermat. Baik bekerja dengan data, memperbaiki sistem pemanas rumah, atau mengajar murid, kamu harus memahami problem yang ada, berpikir kritis, dan mencari solusi. Berpikir kritis sendiri memiliki banyak bagian di antaranya:

  • Kreativitas
  • Bakat seni
  • Keinginan untuk belajar
  • Observasi kritis
  • Adaptasi
  • Fleksibilitas
  • Inovasi
  • Berpikir logis
  • Bakat desain
  • Riset
  • Edukasi nilai
  • Pemecahan masalah
  • Toleransi terhadap perubahan dan perbedaan
  • Berpikir “out of the box
  • Akal

2. Mampu Beradaptasi

Ketika hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang diperkirakan, kamu harus mampu beradaptasi dengan situasi. Lingkungan kerja itu selalu berubah—terus menerus berganti tren. Perusahaan akan lebih nyaman dengan pegawai yang bisa menerapkan adaptasi terhadap perubahan dan proaktif dalam belajar cara mengatasinya, seperti menghadiri sesi pelatihan dan melakukan riset sendiri.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme Yang Harus Kamu Miliki

Jadi, tetaplah positif ketika ada perubahan dan terimalah ketimbang menolaknya. Ajak pula rekan-rekan untuk mempelajari keahlian ini. Pegawai yang bisa bekerja dengan adaptasi yang baik sangat bernilai di mata perusahaan.

Berikut karakteristik dari kemampuan beradaptasi yang efektif:

  • Disiplin
  • Fleksibilitas
  • Analisis
  • Ketenangan
  • Rasa penasaran
  • Fokus
  • Pemikiran terbuka
  • Menangani permintaan yang tidak terduga
  • Membuat keputusan
  • Positif dan optimis
  • Kesabaran
  • Percaya diri
  • Manajemen diri
  • Motivasi diri
  • Organisasi

3. Kepemimpinan

Salah satu dari macam macam soft skill berikutnya adalah kepemimpinan. Tidak semua pekerjaan membuka lowongan untuk posisi pimpinan, tetapi setiap perusahaan ingin tahu kemampuan kandidat dalam membuat keputusan serta mengelola situasi dan manusia.

Jadi, kemampuan untuk lolos dari situasi sulit dan memecahkannya benar-benar menjanjikan di mata perusahaan. Tapi, apa yang membuat seseorang disebut memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin?

Seorang pemimpin setidaknya harus memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa serta dapat mengambil keputusan ketika dibutuhkan. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah soft skills yang dibutuhkan untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik:

  • Manajemen konflik
  • Resolusi konflik
  • Membuat kesepakatan
  • Membuat keputusan
  • Menginspirasi orang lain
  • Memberikan masukan yang jelas
  • Penyelesaian sengketa
  • Fasilitasi
  • Membimbing
  • Memotivasi
  • Mengawasi
  • Manajemen bakat
  • Manajemen pertemuan
  • Mengelola tim remote
  • Mengelola obrolan rumit
  • Manajemen proyek
  • Delegasi
  • Pengambilan Keputusan

4. Sikap Positif

Perusahaan akan mengincar kandidat yang membawa sikap positif dalam lingkungan kerja. Mereka ingin pegawai yang ramah dengan sesama, bersemangat dalam pekerjaan, dan memberikan kesan yang menyenangkan. Kemampuan untuk tetap positif, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi dan serba cepat, sangatlah penting. Berikut beberapa sikap positif yang perlu ditanamkan dan diasah:

  • Semangat
  • Kejujuran
  • Rasa hormat
  • Kesabaran
  • Keramahan
  • Antusiasme
  • Kehormatan
  • Kejenakaan
  • Kepercayaan diri
  • Kesopanan
  • Kerja sama

5. Kerja Tim

Siapa pun manajer perekrutnya, mereka pasti mencari kandidat yang memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah tim dengan baik. Baik rutin melakukan proyek tim atau hanya menghadiri beberapa pertemuan departemen, kamu harus bisa bekerja secara efektif dengan orang-orang di lingkungan kerja. Kerja sama wajib dijunjung, walaupun jarang bertemu orang lain secara langsung.

Beberapa kemampuan yang berhubungan dengan kerja sama, antara lain,

  • Menerima masukan
  • Kolaborasi
  • Layanan pelanggan
  • Kesadaran akan disabilitas
  • Kesadaran akan keanekaragaman
  • Menghadapi situasi rumit
  • Menghadapi politik di lingkungan kantor
  • Empati
  • Pengaruh
  • Keahlian interpersonal
  • Keterampilan menjual
  • Kesadaran diri
  • Penjaringan
  • Persuasi
  • Kompetensi intelektual
  • Menghadapi kepribadian yang rumit
  • Mempertahankan hubungan interpersonal
  • Kecerdasan emosional
  • Membangun tim
  • Kemampuan sosial

Baca Juga: 10 Alasan Pentingnya Team Work Dalam Bekerja

6. Kemampuan Komunikasi

Seberapa baik kemampuanmu dalam berkomunikasi? Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk segala profesi. Itu karena kamu akan selalu butuh berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan kerja, baik klien, rekan, pelanggan, anggota tim, maupun vendor. Selain itu, kemampuan berbicara dengan sopan dan jelas secara tatap muka langsung, lewat telepon, atau melalui tulisan juga sangat diperlukan.

Orang yang pandai berkomunikasi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Perusahaan tentu menginginkan pegawai yang tidak hanya mampu mengomunikasikan ide mereka, tetapi juga mendengarkan orang lain dengan empati yang tinggi. Ditambah lagi, keterampilan mendengar penting dalam pekerjaan yang berhubungan dengan layanan pelanggan.

Macam-macam keahlian komunikasi, antara lain,

  • Mendengar
  • Komunikasi nonverbal
  • Presentasi
  • Persuasi
  • Negosiasi
  • Public speaking
  • Membaca bahasa tubuh
  • Keterampilan sosial
  • Kemampuan menulis
  • Penulisan proposal dan laporan
  • Komunikasi visual
  • Komunikasi verbal
  • Bercerita

Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

7. Etos Kerja

Pemilik etos kerja yang baik sangat dicari-cari oleh banyak perusahaan. Orang-orang seperti ini menyelesaikan tugas sesuai tenggat, kerja tepat waktu, dan mampu menjaga fokus dan keteraturan. Artinya, mereka pandai menyeimbangkan waktu dan pekerjaan. Terlebih, ketika bekerja secara independen, seseorang dengan etos kerja unggul akan mematuhi instruksi. Berikut jenis-jenis keahlian yang terkait etos kerja, yakni

  • Daya saing
  • Etika bisnis
  • Perhatian
  • Keteguhan
  • Dedikasi
  • Motivasi
  • Patuh tenggat
  • Multitugas
  • Organisasi
  • Independen
  • Mengikuti arahan
  • Bisa bekerja dibawah tekanan
  • Penjadwalan
  • Berorientasi pada hasil
  • Perencanaan strategis
  • Keandalan
  • Gigih
  • Tekun
  • Tangguh

8. Penjaringan (Networking)

Penjaringan, atau membangun hubungan profesional dengan orang lain, sangat penting untuk setiap profesi. Walau pekerjaanmu tidak perlu berinteraksi langsung dengan pelanggan, tidak ada ruginya untuk bertemu dengan orang-orang dalam industri. Beberapa keuntungan dari penjaringan, antara lain, menerima atau membagikan ide, belajar peluang baru, meningkatkan bisnis, dan menemukan teman baru.

9. Penyelesaian Masalah

Keterampilan lunak yang satu ini bisa dipelajari dan dikembangkan di tempat kerja. Salah satu syarat untuk bisa menyelesaikan masalah dengan baik adalah menjadi pembicara sekaligus pendengar yang baik. Manfaat dari soft skill ini, antara lain, mendukung perkembangan diri, meningkatkan moral, memperbaiki komunikasi, dan membuahkan hasil proyek yang lebih baik.

10. Pengetahuan tentang Budaya yang Berbeda

Keterampilan yang satu ini membawa beragam manfaat. Mulai dari membangun koneksi, meningkatkan adaptasi, memastikan komunikasi yang efektif, mengoptimalkan kesadaran, dan meningkatkan kreativitas. Orang yang memahami perbedaan budaya pun biasanya lebih bisa berpikir dan bersikap terbuka.

11. Kecerdasan Emosional

Kemampuan satu ini merupakan kemampuan yang sangat penting kamu miliki ketika masuk ke dalam dunia kerja. Kecerdasan emosional dapat membantu kamu untuk mengendalikan emosi dengan lebih baik ketika tekanan atau tuntutan atas diri kamu atau kerja kamu menjadi semakin besar.

Kecerdasan emosional juga dapat membantu kamu ketika berkomunikasi dalam situasi yang sengit. Misalnya, kamu mendapat sebuah kritikan terkait pekerjaanmu. Dengan memiliki kecerdasan emosional yang matang, kamu secara alami akan memiliki sikap profesional dan dapat memisahkan kritikan tentang pekerjaanmu dan kritikan terhadap personal.

Dengan demikian, proses komunikasi tersebut dapat berjalan lebih lancar; pihak yang mengkritik dapat menyampaikan masukan yang dibutuhkan dan kamu dapat mendapatkan masukan atau pelajaran untuk menjadi lebih baik.

Itulah macam macam soft skill yang penting untuk dikuasai oleh semua orang. Pada dasarnya, hard skill memang penting untuk menyelesaikan tugas-tugas teknis. Namun, soft skill yang unggul akan membuat perusahaan tertarik untuk merekrut, mempertahankan, bahkan mempromosikanmu. Jadi, apa pun keterampilan lunak yang kamu miliki, tunjukkan selalu pada perusahaan, baik saat pencarian kerja maupun ketika sudah diterima di profesi yang diinginkan.

Ingin memperoleh dan meningkatkan soft skill? Yuk, ikuti kursus pengembangan diri di GreatNusa, portal pembelajaran daring terpercaya yang bisa kamu andalkan!