Istilah database pasti sudah familier di telingamu. Banyak perusahaan yang menggunakan database untuk mengelola data dan informasi dalam jumlah yang cukup besar karena memiliki segudang manfaat dan kelebihan. Pertanyaannya, apakah kamu sudah mengetahui manfaat database bagi perusahaan? Simak penjelasan di bawah ini agar kamu memahami lebih dalam tentang database.

Pengertian Database

Database alias basis data merupakan kumpulan data yang diatur dan dikelola berdasarkan peraturan tertentu sehingga memudahkan pengguna dalam mengaksesnya. Pengelolaan database akan memudahkan pengguna dalam mencari, menyaring, dan menyimpan informasi yang terdapat di dalamnya.

Jenis-Jenis Database

Ada tiga jenis database yang lazim digunakan dalam bisnis, yaitu:

1. Operational Database

Operational database alias Online Transaction Processing (OLTP) berfungsi sebagai pengelolaan data dinamis secara real-time. Pengguna bisa melihat, menambah, mengubah, atau menghapus data melalui perangkat yang digunakan secara langsung.

2. Distributed Database

Distributed database yaitu jenis basis data yang tersimpan di beberapa perangkat komputer di tempat yang sama secara terintegrasi atau tersebar di setiap jaringan komputer lain yang saling berhubungan. Distributed database memiliki administrator yang bertugas untuk mendistribusikan sekumpulan data di beberapa lokasi dengan server jaringan yang terorganisir sehingga kinerjanya meningkat meski menggunakan banyak mesin.

Baca juga: Implementasi Strategi: Pengertian dan Contoh

3. Relational Database

Relational database merupakan jenis basis data yang mengorganisir data berdasarkan model relasi. Banyak perangkat lunak (software) yang menggunakan sistem ini untuk mengatur dan memelihara database melalui relasi antar data atau informasi yang tersimpan di dalamnya. Semua sistem tersebut menggunakan SQL sebagai bahasa pemrograman untuk memelihara basis data dan melakukan query.

Manfaat Database Bagi Perusahaan

Database membawa manfaat yang cukup signifikan bagi pengelolaan data dan informasi di perusahaan. Apa saja?

1. Memudahkan Manajemen Data

Proses manajemen dan akses data berjalan lebih mudah dengan menggunakan database. Kamu bisa menyeleksi sejumlah data dalam satu kelompok secara praktis dan mencari informasi lebih cepat tergantung dari jenis database yang digunakan.

2. Meningkatkan Keamanan Data

Hampir semua sistem database telah dirancang agar keamanan data yang terdapat di dalamnya tetap terjaga. Kata sandi (password) merupakan salah satu sistem keamanan yang diterapkan dalam database sehingga tidak semua pengguna bisa mengaksesnya.

3. Mengontrol Data secara Terpusat

Database hanya memerlukan satu server yang bersifat terpusat untuk menyimpan data sehingga bisa diakses oleh banyak pengguna dalam waktu bersamaan. Contohnya, perusahaan tidak perlu menyimpan data di setiap divisi atau kantor cabang sehingga pembuatan laporan dapat disederhanakan dengan mengumpulkan data khusus melalui satu server yang telah ditentukan.

Baca juga: Unsupervised Learning: Pengertian, Jenis, dan Contoh

4. Menghemat Biaya Perangkat

Sifat database yang terpusat berpengaruh pula pada penghematan biaya. Perusahaan tidak perlu berinvestasi dalam jumlah yang cukup besar untuk menambah perangkat komputer atau ruang arsip penyimpanan data di lokasi yang berbeda. Setiap pengguna bisa mengakses database selama masih terhubung dengan internet.

Contoh Produk Database

Ada banyak produk database yang biasa digunakan dalam perusahaan. Berikut tiga contoh produknya.

1. MySQL

Database ini pernah menempati posisi kedua sebagai database paling banyak digunakan di seluruh dunia pada tahun 2013 dan posisi pertama sebagai database open-source terbaik. MySQL termasuk dalam jenis database relasional yang sering dimanfaatkan oleh produk teknologi dan aplikasi web.

2. JSON

JavaScript Object Notation (JSON) merupakan sebuah format file yang menggunakan teks untuk mengirimkan data. Format ini sering digunakan oleh pengguna untuk bertukar data melalui browser atau server web secara real-time sehingga lebih cepat. JSON berasal dari pemrograman JavaScript dan memiliki format bahasa yang berbeda dari format lainnya. Perlu diingat bahwa semua file JSON selalu memiliki ekstensi khusus yaitu “.json”.

3. Microsoft Access

Sistem DBMS ini menggabungkan Microsoft Jet Database Engine dan alat pengembangan perangkat lunak. Microsoft Access menyimpan data dalam format khususnya tersendiri. Pengguna bahkan bisa terhubung langsung ke data yang tersimpan di database lain melalui software ini. Microsoft Access termasuk distributed database karena file penyimpanannya tidak memerlukan server database yang aktif.

Tips Menjual Database agar Segera Laku

Maraknya penggunaan database di kalangan perusahaan tentu menjadi peluang usaha yang bagus untuk menjualnya. Namun, ada tips yang perlu diterapkan agar suatu produk bisa segera laku di pasaran. Apa saja?

1. Tentukan Harga yang Sesuai

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa harga produk menentukan kualitasnya. Kamu bisa memulai dari memasang harga terjangkau, tetapi tetap terlihat wajar. Harga produk database bisa dinaikkan secara perlahan apabila kamu telah mendapatkan banyak konsumen atau memperluas pasar.

Baca juga: 10 Strategi Pengambilan Keputusan yang Efektif

2. Gunakan Strategi Promosi yang Tepat

Setelah menetapkan harga, kamu bisa merancang strategi promosi untuk memasarkan produk database. Salah satu strategi menarik yang bisa dicoba yaitu memasang iklan digital di media sosial. Kamu perlu mendesain iklan supaya terlihat menarik sehingga bisa menjangkau target pasar. Lakukan promosi secara konsisten agar peluang keuntunganmu makin besar dalam berbisnis database.

3. Terhubung secara Personal bersama Pelanggan

Cara terbaik untuk menjual database yaitu berkomunikasi langsung bersama pelanggan. Kamu bisa memahami masalah yang dihadapi serta menyediakan produk database yang dilengkapi spesifikasi sesuai kebutuhan mereka. Langkah ini juga akan memudahkan pelanggan apabila mereka ingin meningkatkan kapasitas database mereka.

4. Perluas Pengetahuan Tentang Database

Perkembangan database dan teknologi cukup pesat sehingga kamu harus mengetahui setiap informasi terbaru. Kamu pun perlu menambah pengetahuan di bidang database agar banyak orang yang menganggap bisnismu lebih kredibel dalam memecahkan masalah mereka. 

Ada banyak cara untuk menambah pengetahuan di bidang database, salah satunya dengan mengikuti kelas Membangun dan Mempraktekkan Database Design & Analytics untuk Bisnis​. Kamu bisa mendapatkan akses kelas selama 12 bulan dan mengikuti kelasnya secara online sehingga bisa disesuaikan dengan jadwal mu secara fleksibel. Kunjungi website GreatNusa jika kamu ingin mencari kelas database lainnya!
Sudahkah kamu mengetahui manfaat database bagi perusahaan? Semoga kamu bisa mempraktikkan tips berbisnis database di atas agar sukses, ya!