Konflik adalah sesuatu yang lazim dalam organisasi, tetapi bukan berarti kamu bisa membiarkannya tanpa solusi. Mengetahui cara mengatasi konflik dalam organisasi adalah salah satu kunci kepemimpinan dan dinamika kelompok yang efektif. Setiap organisasi memiliki konflik, tetapi iklim organisasi yang sehat menuntut solusi efektif dan memuaskan untuk semua pihak.

Apa Saja Contoh Konflik dalam Organisasi?

Setiap organisasi memiliki konflik masing-masing, mulai dari perbedaan pendapat, beban kerja yang tidak seimbang, dan lain-lain. Tetapi, secara umum ada tiga jenis konflik yang mungkin terjadi dalam setiap kelompok. Mereka adalah:

1. Konflik Tugas/Kerja

Jenis konflik ini sangat umum terjadi dan biasanya merupakan masalah yang konkret, misalnya soal pembagian sumber daya, metode pelaksanaan tugas, hingga perbedaan opini soal cara terbaik mencapai tujuan program atau tugas. Konflik ini biasanya termasuk yang paling mudah diselesaikan, tetapi bisa lebih rumit jika ada penyebab yang lebih mendalam dan tidak terlihat di permukaan.

Konflik tugas merupakan sesuatu yang paling umum ditemukan dalam organisasi. Kamu bisa melihatnya dalam keseharian, misalnya pertentangan terkait penyelesaian masalah yang muncul mendadak atau penyelesaian tugas dengan jangka waktu terbatas. Walau termasuk sesuatu yang umum, konflik tugas bisa menjadi masalah besar jika terlalu sering terjadi dan bahkan memengaruhi atmosfer kerja secara permanen.

Baca Juga: 11 Indikator Lingkungan Kerja yang Optimal

2. Konflik Hubungan/Relasi

Konflik hubungan atau relasi berkaitan dengan hal-hal seperti kepribadian, selera, cara pandang, dan gaya komunikasi. Hal ini natural karena kamu menghadapi banyak orang berbeda yang harus berinteraksi demi mencapai tujuan bersama. Konflik ini lebih rumit karena bisa memengaruhi aktivitas lain seperti tugas dalam organisasi.

Organisasi formal biasanya melarang anggotanya untuk mencampur masalah pribadi dengan pekerjaan. Anggota organisasi dituntut untuk tidak membiarkan hal pribadi mengganggu kerja sama, kecuali jika hal tersebut berlawanan dengan aturan dan etika perusahaan. Akan tetapi, konflik relasi yang berlarut-larut bisa memengaruhi kinerja secara menyolok.

Baca juga: Ini Peran dan Hal-Hal yang Termasuk dalam Etika Komunikasi di Tempat Kerja

3. Konflik Nilai

Konflik nilai termasuk sulit dikelola karena berkaitan dengan hal fundamental dalam diri setiap orang. Pertentangan bisa terjadi karena perbedaan agama, pandangan politik, ideologi, dan hal lain yang biasanya diyakini secara mendalam. Hal ini biasanya “tabu” dibicarakan dalam lingkungan kerja, tetapi ada saat di mana konflik nilai menjadi pembicaraan utama, misalnya dalam pembahasan tentang kebijakan atau etika.

Konflik nilai bisa sangat memengaruhi aktivitas organisasi. Anggota yang memegang teguh prinsip nilainya bisa melakukan hal drastis seperti menentang, protes, atau bahkan mengundurkan diri demi mempertahankan nilai. 

Apa Saja Tips Mengatasi Konflik?

Manajemen konflik merupakan proses yang panjang dan kompleks. Kamu akan membutuhkan partisipasi seluruh pihak yang terlibat konflik untuk dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menghentikan konflik.

Tidak ada cara instan dalam mengatasi konflik, apalagi mengingat setiap organisasi memiliki konflik dengan karakteristik berbeda. Akan tetapi, ada beberapa panduan mendasar terkait cara menyelesaikan konflik dalam organisasi. Berikut beberapa poin pentingnya.

1. Fokus pada Problem, Bukan Hal Pribadi

Tahap pertama dalam penyelesaian konflik adalah memandang masalah secara objektif. Hal ini bisa sulit jika ada aspek pribadi yang terlibat, dan bisa berujung ke saling menyalahkan tanpa memandang masalah sebenarnya. Prinsip “fokus pada problem” juga bisa menjadi patokan untuk menyelesaikan konflik paling mendasar seperti konflik kerja.

Kamu bisa mengantisipasi reaksi keras terkait hal pribadi dengan cara visualisasi problem. Gunakan grafik, data, catatan, atau laporan yang bisa kamu deskripsikan dan tunjukkan ke semua pihak yang berkepentingan. Hal ini membantu mengarahkan diskusi agar lebih objektif dan terpusat, tidak melebar kemana-mana.

2. Berkomunikasi Secara Terbuka

Komunikasi terbuka adalah kunci mengatasi konflik tanpa menyimpan risiko “letusan” di kemudian hari. Pemimpin atau manajer  perlu menekankan prinsip komunikasi terbuka sejak awal agar anggota organisasi terbiasa mengungkapkan setiap keberatan, kritik, atau potensi konflik yang muncul.

Komunikasi terbuka terutama penting untuk tipe konflik yang lebih sulit ditangani, misalnya konflik relasi dan nilai. Hal ini karena relasi dan nilai merupakan sesuatu yang sifatnya lebih personal. Karena setiap anggota organisasi memiliki anggota dengan sifat dan nilai berbeda-beda, komunikasi terbuka bisa memberi jalan untuk mengungkapkan persetujuan dan keberatan masing-masing demi diskusi lebih lancar.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi

3. Kembangkan Metode Spesifik untuk Setiap Problem

Sebuah masalah dalam organisasi biasanya terdiri dari beberapa problem kecil, dan masing-masing membutuhkan penyelesaian tersendiri. Kamu bisa membuat daftar tantangan yang berkontribusi pada permasalahan besar. Daftar ini akan membantu dalam menciptakan rencana kerja serta penciptaan solusi hingga ke akar masalahnya.

Selain melihat akar masalah, daftar problem spesifik ini juga memudahkan pembagian tugas. Pemimpin organisasi bisa menugaskan solusi tertentu pada anggota yang memiliki keahlian khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini akan membuat proses penyelesaian konflik lebih tepat sasaran.

4. Minta Pendapat Pihak Netral 

Pihak netral atau mediator berperan penting dalam konflik yang berlarut-larut atau melibatkan aspek pribadi seperti sudut pandang dan kepribadian. Mediator bisa siapa saja dalam organisasi selama mereka tidak berkepentingan langsung dalam masalah yang dihadapi. Idealnya, mediator adalah seseorang dengan suara yang dihormati oleh semua anggota.

5. Konsisten dan Komitmen dalam Penyelesaian Konflik

Ketika identifikasi masalah dan metode penyelesaian konflik sudah diputuskan, pastikan untuk bersikap konsisten dalam pelaksanaannya. Semua anggota yang terlibat harus melaksanakan bagian masing-masing dalam pemecahan masalah, sesuai kesepakatan.

6. Evaluasi dan Kompromi

Sama seperti setiap aktivitas penting organisasi, penyelesaian konflik juga membutuhkan evaluasi. Hal ini menjadi panduan untuk mencegah konflik serupa atau memilih prosedur penyelesaian yang efektif ketika hal yang sama terjadi. Dalam proses evaluasi, setiap pemimpin dan anggota tim harus mendiskusikan hal-hal seperti penyebab utama konflik, masalah yang menyertai, sikap atau perilaku yang menghambat proses penyelesaian, dan solusi terbaiknya.

Setelah membuat laporan evaluasi, setiap pemimpin dan anggota tim harus memperbaiki kinerja berdasarkan laporan tersebut. Kompromi, keinginan untuk belajar, serta komitmen untuk meningkatkan kinerja serta memperbaiki kesalahan menjadi kunci untuk mencegah atau mengatasi konflik serupa.

Baca Juga: Definisi Dan Cara Evaluasi Kinerja Karyawan

7. Bersikap Adil terhadap Semua Anggota Tim

Akhirnya, ketika semua anggota tim telah menyepakati solusi konflik, pastikan semua orang merasa puas dengan hasilnya. Apakah ada pihak yang merasa dirugikan atau diperlakukan tidak adil dalam penyelesaian konflik? Apakah solusi yang dihasilkan cenderung menguntungkan satu pihak?

Solusi penyelesaian konflik juga harus etis dan mengikuti kebijakan organisasi. Hal ini akan membantu ketika ada ketidakpuasan dari anggota tim terkait hasil penyelesaian konflik yang telah disepakati bersama. 

Apa Solusi Belajar Mengatasi Konflik?

Itulah dia cara mengatasi konflik dalam organisasi yang dapat kamu jadikan panduan. Manejemen konflik dalam organisasi erat kaitannya dengan proses pengambilan keputusan. Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, kamu harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang situasi internal dan tentang bagaimana bisnis dan organisasi berjalan.

Setiap organisasi harus mengetahui cara mengatasi konflik dengan baik. Mengadakan pelatihan untuk anggota organisasi adalah salah satu solusi jangka panjangnya. Program dari GreatNusa menghadirkan pelatihan terkait berbagai aspek bisnis dan organisasi, dengan beragam program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

GreatNusa membuat pelatihan makin mudah terutama di era digital. Setelah mendaftar, kamu bisa mengikuti kelas kapan saja asalkan masih dalam periode enam bulan hingga satu tahun setelah mendaftar. Setiap kelas dibawakan oleh praktisi profesional yang akan membantu meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola konflik.

Memahami cara mengatasi konflik dalam organisasi akan berdampak panjang pada kinerja organisasi tersebut. Ikuti pelatihan GreatNusa untuk membantumu dalam mengatasi konflik kepada setiap anggota organisasi.