Kolaborasi membutuhkan kerja sama tim, tetapi tidak ada gunanya jika tim tersebut tidak solid. Pemimpin yang baik harus tahu cara membangun tim kerja yang baik sebelum membagikan tugas. Membentuk tim yang solid bukan hanya soal keahlian masing-masing anggotanya, tetapi juga komunikasi, kemampuan berkolaborasi, dan kejelasan tanggung jawab.

Bagaimana cara membangun tim kerja yang baik? Mulailah dengan langkah-langkah berikut ini.

Langkah Membangun Tim Kerja Yang Baik

1. Memahami Tujuan Utama Pembentukan Tim

Membentuk tim tanpa memahami tujuannya akan membuat anggota tim-mu terombang-ambing dan tidak bisa bekerja secara maksimal. Setiap anggota tim harus memahami tujuan besar dari kolaborasi mereka.

Misalnya, jika kamu membentuk tim untuk mengerjakan beberapa jenis konten digital untuk produk baru, pastikan anggota tim paham bahwa tujuan konten tersebut adalah menciptakan engagement dan menarik konsumen baru.

Pastikan semua anggota tim memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan pembentukan tim. Jika semua berada di jalur yang sama, mereka akan lebih termotivasi untuk menggarap tugas masing-masing.

2. Memperjelas Peran Masing-masing Tim 

Sebuah tim kerja memiliki anggota dengan kemampuan dan keunggulan berbeda-beda. Dalam sebuah tim yang solid, setiap anggota memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Selain mencegah tumpang-tindih peran yang membingungkan, kejelasan tanggung jawab juga memastikan tujuan kerja tercapai secara efektif. Hal ini karena setiap anggota tim melakukan hal yang sesuai dengan keunggulan masing-masing sehingga hasilnya lebih terjamin.

Jika anggota tim kamu terbatas, pastikan menciptakan sistem delegasi kerja multifungsi. Buat daftar keahlian, kemampuan, dan minat setiap anggota tim, lalu gunakan ini sebagai panduan utama dalam pembagian tugas. Pastikan mencapai kesepakatan dengan seluruh anggota terkait pembagian tugas.

3. Menciptakan Sistem Komunikasi Terbuka

Sebuah tim yang terlihat solid dengan anggota berkualitas bisa hancur karena komunikasi yang buruk. Sejak awal, pemimpin dan anggota tim harus memiliki kesepakatan terkait cara berkomunikasi yang baik. Beberapa jenis komunikasi yang penting untuk didiskusikan antara lain:

  • Ide dan Saran

Tim yang ideal harus mengizinkan anggotanya menyampaikan ide atau saran. Selain memberi sudut pandang baru, kemudahan penyampaian ide bisa mendorong kreativitas dan motivasi anggota tim.

  • Kritik

Terkadang, suatu tim membutuhkan kritik yang tepat sasaran untuk memperbaiki kinerja. Akan tetapi, kritik yang disampaikan secara kasar atau keliru berpotensi merusak dinamika tim. Pastikan semua anggota tim memiliki standar komunikasi yang sama dalam menyampaikan kritik.

  • Informasi Terbaru

Informasi atau berita terbaru terkadang bisa memengaruhi dinamika kerja tim. Pastikan pemimpin dan anggota tim memiliki kebebasan untuk menyampaikan informasi terbaru demi kemudahan kerja bersama.

Baca juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

4. Menerapkan Kepemimpinan yang Berkualitas

Tim kerja tidak akan bisa solid tanpa pemimpin yang berkualitas. Pemimpin atau manajer tim harus mampu memberi inspirasi walau mereka tidak selalu hadir bersama bawahan. Pemimpin berkualitas tidak mengandalkan rasa takut, tetapi motivasi yang hadir dari mutu kepemimpinannya.

Pengertian kepemimpinan berkualitas masa kini bukan soal kekuasaan absolut, tetapi transparansi, keterbukaan, dan atmosfer kerja yang positif. Jika kamu berada di posisi pimpinan, kamu pun perlu menciptakan suasana kerja positif sejak awal. Sampaikan visi dan tujuan pembentukan tim secara jelas, delegasikan tugas secara merata, dan ciptakan sistem komunikasi yang terbuka.

Baca juga: 8 Perbedaan Bos dan Leader yang Perlu Kamu Ketahui

5. Menciptakan Atmosfer Positif dalam Kegiatan Tim

Tim kerja ideal bukan hanya soal kecerdasan, keahlian, dan kemampuan, tetapi juga koneksi serta atmosfer positif. Bayangkan jika anggota tim kerja-mu harus bertemu dalam suasana yang tidak enak setiap saat. Atmosfer positif akan membuat tim lebih bersemangat dan termotivasi untuk memberi kinerja maksimal.

Komunikasi terbuka, suasana kerja yang akrab, serta konsisten menghindari dan mengendalikan sifat toksik adalah kunci tim yang solid. Pemimpin bisa mengadakan semacam aktivitas sederhana untuk membangun keakraban di luar suasana kerja, misalnya acara ngobrol, permainan atau undian berhadiah kecil-kecilan, hingga menjadikan diri sebagai penengah yang adil bagi anggota tim untuk berdiskusi.

6. Melakukan Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi adalah bagian dari aktivitas tim yang solid. Kamu membutuhkan patokan untuk mengukur kesuksesan tim, tergantung tujuannya. Misalnya, tim program pemasaran menggunakan jumlah transaksi dan perbandingan laba setiap bulan sebagai ukuran kesuksesan. Tim promosi digital lewat media sosial menggunakan jumlah impresi lewat berbagai saluran promosi.

Evaluasi tim dilakukan dengan membandingkan kinerja tim selama dan sesudah periode kerja selesai. Pihak yang melakukan evaluasi akan membandingkan hal-hal seperti efisiensi waktu dan biaya, pencapaian target, hal-hal yang harus ditingkatkan, hambatan dan cara tim mengatasinya, dan sebagainya. Hasilnya harus menjadi catatan untuk mempertahankan, meningkatkan, serta memperbaiki kinerja tim.

Ketika melakukan proses evaluasi, pastikan menanyakan beberapa pertanyaan penting ini:

  • Target apa yang telah dicapai oleh tim?
  • Perubahan apa yang telah dilakukan oleh tim?
  • Hal apa saja yang dipelajari oleh tim?
  • Hal apa yang dilakukan tim dengan baik?
  • Aspek apa saja yang perlu diperbaiki?

Setelah proses evaluasi selesai, jangan lupa membahasa laporannya bersama anggota tim. Terapkan prinsip-prinsip komunikasi terbuka yang menjadi dasar pembentukan tim solid. Pastikan pemimpin tim menghargai prestasi tim dan membahas hal-hal yang harus ditingkatkan secara jujur.

7. Menerapkan Program Peningkatan Mutu Tim

Akhirnya, proses pembentukan tim yang solid terkadang membutuhkan program peningkatan mutu. Program seperti kelas, pelatihan, bahkan aktivitas fisik seperti outbound membantu meningkatkan kualitas anggota individual serta tim secara keseluruhan. Perusahaan sebaiknya menyisihkan anggaran untuk program ini jika ingin menciptakan tim kerja yang solid dan bertahan hingga jangka panjang.

Solusi Pembentukan Tim Kerja yang Baik

Ingin menerapkan program pembentukan tim kerja yang baik seperti poin terakhir? Pastikan mengikuti pelatihan digital seperti yang diadakan GreatNusa. Beragam kursus manajemen dan bisnis tersedia untuk karyawan perusahaan, manajer, hingga pemilik bisnis mandiri. 

Tingkatkan kualitas tim kerja secara keseluruhan dengan mengambil kursus seperti manajemen SDM, kursus tentang budaya kerja, hingga pemahaman lintas budaya yang cocok untuk mengelola tim dengan anggota berlatar belakang budaya berbeda. Keuntungan mengikuti kursus GreatNusa antara lain:

  • Bisa Gratis atau Berbayar

Kursus GreatNusa menyediakan pilihan antara yang gratis dan berbayar (dengan sertifikat) sehingga bisa diakses siapa saja.

  • Dibawakan Pengajar Profesional

Setiap kursus dibawakan pengajar berpengalaman atau pakar pada bidangnya sehingga kamu bisa tenang dalam menerapkan materinya di tempat kerja.

  • Bisa Mengakses Kursus Kapan Saja

Setiap kursus GreatNusa memiliki periode tayang khusus, mulai dari enam bulan hingga satu tahun. Kamu bisa mengakses kursus kapan saja asalkan masih di dalam periode yang ditetapkan. Mengatur jadwal kursus untuk seluruh anggota tim pun lebih mudah.

  • Topik Kursus Beragam

Kursus GreatNusa tersedia untuk berbagai kebutuhan. Pilih tema kursus yang paling cocok, mulai dari manajemen, finansial, ekonomi, hingga perangkat lunak dan teknologi. Apa pun yang kamu butuhkan di lingkungan kerja tersedia di sini.
Tim yang solid menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai target kerja. Pastikan menggunakan metode di atas sebagai cara membangun tim kerja yang baik, dan ciptakan lingkungan kerja yang positif bagi semua anggotanya. Manfaatkan juga beragam kursus profesional dari GreatNusa untuk mencapai target kerja sama tim.