Apa yang dimaksud dengan proses produksi? Mungkin kita paham jika sebuah produk akan dihasilkan oleh perusahaan melalui sebuah proses. Namun jarang sekali bagi masyarakat luas paham proses produksi seperti apa yang dilewati untuk bisa mendapatkan produk akhir yang biasa kita jumpai dan gunakan.

Ketika sebuah perusahaan menciptakan produk dan barang untuk dijual kepada konsumen, maka mereka biasanya menggunakan proses produksi yang ketat. Hal ini melibatkan berbagai langkah, dimulai pada tahap input pembuatan produk hingga tahap output saat dijual ke pelanggan. 

Sebuah proses produksi biasanya akan bergantung pada faktor-faktor seperti teknologi yang tersedia, berapa banyak produk yang dibutuhkan perusahaan untuk diproduksi, dan struktur organisasi. Untuk bisa memahami secara lebih lanjut mengenai hal ini, maka informasi di bawah ini akan bisa membantu kamu untuk mengenal secara lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan proses produksi.

Apa yang Dimaksud Dengan Proses Produksi?

Untuk mengubah bahan baku menjadi produk akhir yang dinikmati oleh para konsumen, maka ada proses yang harus dilewati. Hal ini lah yang biasa disebut sebagai sebuah proses produksi. Namun tentu saja penjelasan sederhana tersebut tidak akan cukup bagi kamu yang ingin mempelajari hal ini secara lebih lanjut.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Produksi dan Fungsinya

Proses produksi adalah metode menggunakan input atau sumber daya, seperti tenaga kerja, peralatan, dan modal, untuk bisa menyediakan barang dan jasa kepada konsumen. Proses produksi biasanya mencakup bagaimana cara memproduksi sebuah produk secara efisien dan produktif agar bisa dijual untuk dapat menjangkau pelanggan dengan cepat tanpa menurunkan kualitas dari produk tersebut. Ada banyak jenis proses produksi yang bisa dilakukan oleh bisnis, sesuai dengan tujuan pembuatan, jumlah produksi, dan alat teknologi atau sistem perangkat lunaknya.

Apa Saja Tipe Proses Produksi?

Ada beragam tipe produksi yang bisa digunakan oleh sebuah perusahaan untuk bisa menciptakan produk yang akan disajikan kepada para konsumen. Tipe-tipe produksi tersebut adalah sebagai berikut ini.

1. Produksi Massal

Untuk tipe produksi ini, karyawan terus menerus memproduksi barang yang sama. Untuk bisa memenuhi kuota yang ditargetkan, maka anggota tim biasanya dibagi menjadi beberapa tempat kerja yang berbeda. Setiap workstation biasanya mewakili satu bahan atau tambahan untuk suatu produk. Setelah produk mencapai akhir dari rentetan produksi, maka produk tersebut sepenuhnya lengkap dan siap dikirim ke pelanggan. Saat satu bagian produk sedang dikerjakan, bagian lain juga tetap beroperasi. Hal inilah yang membuat proses produksi bisa berjalan lebih efisien dan produktif.

2. Produksi Kerajinan

Produk kerajinan yang memang terkenal akan kualitas buatan tangannya Ini tidak akan memiliki proses non-otomatis yang biasanya digunakan pada produk yang diproduksi secara masal. Produk ini membutuhkan perawatan dan perhatian untuk memberikan produk yang berkualitas kepada konsumen. Banyak perusahaan menggunakan jenis produksi ini ketika pelanggan memesan produk khusus yang menyertakan warna, bentuk, pola, atau kata unik tertentu pada desain.

3. Produksi Bentuk Batch

Jika ada permintaan untuk produk tertentu dalam bentuk kelompok, maka tipe produksi batch ini akan dijalankan. Karyawan akan bekerja di unit tertentu dari setiap kelompok untuk menyelesaikan bagian yang berbeda dari batch tertentu. Hampir serupa dengan proses produksi massal. Namun hal yang membedakan adalah membangun beberapa produk yang berbeda dan membaginya menjadi berbagai kelompok, alias batch.

4. Produksi Pekerjaan

Saat membuat produk dengan permintaan rendah, sebagian besar organisasi mengikuti proses produksi jenisi ini. Hal ini akan melibatkan seorang pekerja secara khusus membangun satu item sekaligus, daripada membaginya menjadi beberapa kelompok. Karena pelanggan akan memesan produk ini lebih jarang daripada yang lain, karyawan dapat secara singkat pindah dari posisi mereka dalam proses produksi massal dan menyelesaikan seluruh sistem otomatis untuk membangun produk ini secara khusus sebelum kembali ke tugas lain yang sedang berlangsung. Proses ini biasanya hanya berlaku untuk barang yang permintaannya sangat rendah atau pesanan unik bagi konsumen.

5. Produksi Layanan

Perusahaan dapat memberikan layanan pribadi yang ditawarkan pada mesin yang bisa memberikan pelanggan sebuah pelayanan otomatis melalui tombol yang ditekan untuk meminta dan menerima bantuan. Bentuk lain dari metode produksi layanan ini berupa dukungan teknis. Jika pelanggan mengalami masalah dengan salah satu produk teknis perusahaan dan memerlukan panduan tambahan tentang cara menggunakannya, mereka dapat dengan cepat mengakses sumber daya dan materi untuk menjawab pertanyaan mereka jika tim support tidak tersedia saat itu.

6. Kustomisasi Massal

Perusahaan bisa menciptakan produk yang unik dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen secara massal. Pelanggan mungkin memiliki opsi untuk memilih penyesuaian tertentu. Bisa berupa daftar warna, bentuk, atau pola. Ketika mereka memilih opsi tertentu, proses kustomisasi massal menyelesaikan proses unik secara otomatis untuk setiap item individual yang berbeda.

Apa Saja Tahapan Proses Produksi?

Secara umum, proses produksi akan dibagi menjadi empat tahapan, yaitu sebagai berikut:

1. Perencanaan

Segala sesuatu yang akan dilakukan membutuhkan perencanaan. Dari aktivitas yang spesifik hingga keputusan besar dan berdampak pada produksi yang dijalankan oleh perusahaan. Dengan kata lain, akan sangat membantu jika perusahaan memiliki rencana dalam tahap produksi agar tidak kehilangan arah atau tujuannya, terutama di industri logistik. Proses perencanaan ini merupakan tahapan yang menentukan beberapa hal. Seperti produk apa yang akan dibuat, berapa banyak bahan baku yang digunakan, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan produksi. 

2. Routing

Routing atau penentuan aliran akan menentukan urutan kegiatan dari proses produksi. Hal yang menjadi fokus pada tahapan ini akan dimulai dari pengolahan awal bahan baku, pembentukan, pemolesan, finishing, quality control, hingga distribusi barang-barang. Pada tahap ini, kamu harus menentukan aliran secara akurat dan efisien agar bisa berjalan dengan efektif.

3. Penjadwalan

Penjadwalan ini akan menentukan kapan produksi harus dilakukan setelah alur selesai dibuat. Dalam pelaksanaannya, penjadwalan mempertimbangkan jam kerja pekerja dan lamanya setiap alur produksi. Secara umum, perusahaan akan membutuhkan jadwal induk yang kemudian dibagi atau dipecah menjadi beberapa rencana yang lebih rinci.

4. Dispatching

Tahapan ini akan menetapkan proses pemberian pesanan untuk memulai produksi setelah jadwal produksi ditetapkan. Untuk proses ini, perusahaan akan menyertakan hasil dari tahapan-tahapan sebelumnya. Mulai dari bahan baku, alur produksi, hingga waktu produksi. Jika tahap ini dapat dilakukan dengan sukses, kamu bisa berharap lebih jika proses produksi bisa berjalan dengan lancar.

Itulah beragam hal yang harus kamu ketahui dari proses produksi sebuah perusahaan. Agar bisa lebih paham dan mengerti mengenai apa yang dimaksud dengan proses produksi, maka kamu bisa belajar dari beragam materi manajemen operasional yang ada di GreatNusa. Tunggu apalagi, temukan jawaban yang lebih komplit dari pertanyaan apa yang dimaksud dengan proses produksi di sini.