Apa yang dimaksud dengan biaya produksi? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita bisa menganggapnya sebagai biaya yang akan dikeluarkan untuk dapat memproduksi sebuah produk atau menyajikan jasa kepada para pelanggan. Namun, apakah hanya itu saja? Tentu tidak, mari kita sama-sama mempelajari mengenai biaya produksi agar perusahaan atau bisnis yang dijalankan bisa beroperasi dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.

Apa Itu Biaya Produksi?

Biaya produksi dapat mencakup hal-hal seperti tenaga kerja, bahan baku, atau persediaan bahan habis pakai. Dalam ilmu ekonomi, biaya produksi didefinisikan sebagai pengeluaran yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, dan modal, yang diperlukan dalam proses produksi suatu produk. Dari kedua pengertian di atas, kita bisa menyimpulkan jika biaya produksi ini adalah segala macam biaya yang harus dikeluarkan agar bisa menyajikan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Tanpa adanya biaya produksi, maka perusahaan dan juga bisnis akan kesulitan dalam memenuhi permintaan dari pasar. Untuk bisa menentukan biaya produksi dengan tepat, maka kamu harus tahu tipe-tipenya, seperti berikut ini.

1. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan jumlah output yang dihasilkan. Ini berarti bahwa biaya tetap tidak berubah bahkan ketika produksi tidak diperlukan atau ketika bisnis telah mencapai kapasitas produksi maksimumnya.

2. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan tingkat produksi. Biaya ini akan mengalami kenaikan saat volume produksi meningkat dan akan menurun saat volume produksi menurun.

3. Total Biaya

Biaya total meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Kamu akan menghitung semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi atau ketika menawarkan layanan, maka akan didapatkan biaya total dari sebuah proses produksi.

4. Biaya Rata-rata

Biaya rata-rata mengacu pada total biaya produksi yang akan dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Ini juga dapat diperoleh dengan menjumlahkan biaya variabel rata-rata dan biaya tetap rata-rata. Biaya ini sangat berguna dalam membuat keputusan mengenai penetapan harga produk untuk pendapatan maksimum.

5. Biaya Marginal

Ini adalah biaya untuk memproduksi satu unit tambahan untuk output. Ini menunjukkan peningkatan biaya total yang berasal dari produksi satu unit produk lagi. Biaya marginal akan dipengaruhi oleh perubahan biaya variabel, berbeda dengan biaya tetap yang konstan terlepas dari peningkatan output.

Baca Juga: 4 Urutan Tahap Perencanaan Proses Produksi

Bagaimana Menghitung Biaya Produksi yang Diperlukan?

Untuk menghitung biaya yang akan digunakan dalam pembuatan produk, hal pertama yang dibutuhkan adalah menentukan biaya tetap. Langkah selanjutnya adalah menentukan biaya variabel yang akan dikeluarkan dalam proses produksi. Selanjutnya diikuti dengan menambahkan biaya tetap dan biaya variabel, yang kemudian akan bagi dengan jumlah barang yang diproduksi untuk mendapatkan biaya rata-rata per unit. Untuk bisa memperoleh keuntungan, harga jual harus lebih tinggi dari biaya per unit. Menetapkan harga di bawah biaya per unit akan mengakibatkan kerugian, yang tentu saja tidak akan kamu inginkan.

Itulah informasi yang bisa kami sajikan untuk bisa mengenal apa itu biaya produksi. Agar bisa lebih paham mengenai hal ini, kamu bisa mengikuti kursus dari GreatNusa yang berisi materi manajemen operasional terbaik. Dapatkan ilmu yang berguna, agar dapat menata karier yang lebih baik lagi kedepannya. Semoga informasi di atas bisa menjawab pertanyaan “Apa yang dimaksud dengan biaya produksi?” yang kamu ajukan.