Soft skill atau keterampilan nonteknis merupakan bagian penting dalam diri individu. Istilah ini merujuk pada karakter maupun kemampuan interpersonal yang akan memengaruhi performa seseorang dalam bekerja dan berinteraksi dengan sesama. Keterampilan nonteknis mencakup banyak keahlian, seperti manajemen waktu, kerja sama tim, perundingan, dan empati. Untuk lebih jelasnya, kamu harus mengerti terlebih dahulu apa itu soft skill secara lebih mendalam.

Menurut laporan Future of Jobs oleh The World Economic Forum, pada 2025, penyelesaian masalah kompleks, cara berpikir kritis, kecerdasan emosional, manajemen manusia, serta kreativitas akan masuk ke jajaran kemampuan paling penting yang dibutuhkan di lingkungan kerja.

Sayangnya, keterampilan nonteknissering kali diremehkan dan jarang dilatih, tidak seperti hard skill atau keterampilan teknis. Banyak organisasi yang mengira bahwa karyawan mereka akan mengerti cara berpikir, bersikap, dan bertindak tanpa belajar dan praktik—padahal tidak mungkin.

Oleh karena itu, orang-orang yang hendak terjun ke dunia profesional, baik sebagai calon anggota ataupun calon pemimpin, harus memahami apa itu soft skill.

Apa Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill?

Apa itu soft skill? Istilah ini berarti kemampuan individu untuk bekerja sama dengan diri sendiri maupun orang lain. Sebagai contoh, komunikasi yang baik melalui penulisan dan ucapan merupakan keterampilan nonteknis.

Lalu, apa itu hard skill? Istilah ini merupakan keahlian yang dapat dipelajari dan dikembangkan lewat jalur-jalur seperti edukasi, pelatihan, dan pengalaman kerja. Hard skill biasanya condong pada profesi tertentu. Misalnya, jika kamu seorang akuntan, diperlukan keterampilan matematika dan model finansial. Lowongan pekerjaan umumnya akan menuliskan hard skill yang mereka butuhkan dalam deskripsi. Jadi, kalau tidak memiliki keahlian yang disebutkan, kemungkinan pelamar tidak akan diterima.

Perbedaan utama dari soft skill dan hard skill ialah cara memperoleh dan mengukurnya. Apabila hard skill lebih mudah dikembangkan melalui pembelajaran dan pelatihan, soft skill kerap kali dianggap sebagai sifat yang menurun dan lebih sulit mengembangkannya. Tak hanya itu, hard skill dapat diukur dan dinilai secara instan, sedangkan soft skill sebaliknya.

Baca Juga: Biar Karier Lancar Jaya, Yuk Pahami Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Mengapa Perlu Memiliki Soft Skill?

Dilansir oleh Forbes pada 2017, 94 persen perekrut percaya bahwa soft skill mengalahkan pengalaman—ketika berbicara tentang promosi internal menuju posisi kepemimpinan. Sederhananya, soft skill merupakan elemen fundamental yang diperlukan supaya kamu bisa memperoleh pekerjaan impian dan mengembangkan karier masa depan.

Selain itu, pada 2018, Susan Vitale, kepala pemasaran di iCIMS, mengatakan bahwa hard skill akan tercantum dalam resume, membantumu tampak menonjol, dan membuat perusahaan tertarik untuk merekrutmu. Namun, tanpa keterampilan nonteknis, kamu tidak akan bisa berkompetisi dengan orang lain.

Berikut beberapa alasan diperlukannya keterampilan nonteknis :

1. Mengukur kerja sama dengan orang lain

Apabila melamar suatu posisi sebagai bagian dari tim, perekrut akan menilai lamaran berdasarkan performamu saat berbaur dalam grup yang dinamis. Pemilik usaha menjadikan keterampilan nonteknis sebagai tolok ukur kemampuan komunikasi dan kerja sama.

Sebaik apa pun keahlian teknis yang dimiliki, kamu harus menjadi anggota tim untuk bisa menggunakannya secara efektif. Maka dari itu, jika ingin tampak menonjol di mata perusahaan, tuliskan soft skill seperti kemampuan mendengar aktif dan fleksibilitas dalam resume.

Baca Juga: 10 Alasan Pentingnya Team Work Dalam Bekerja

2. Menjaga hubungan

Soft skill tidak hanya mendukung hubunganmu di tempat kerja, tetapi juga menentukan kesuksesan saat bekerja dengan partner bisnis atau klien. Pemilik usaha mencari karyawan yang bisa dipercaya untuk merepresentasikan perusahaan secara profesional dan ramah.

Soft skill akan menciptakan perbedaan antara kandidat yang terkualifikasi untuk sebuah posisi dan kandidat yang akan melebihi ekspektasi dengan usahanya dalam menjaga hubungan profesional. Orang-orang yang mempunyai sikap baik ketika melayani pelanggan menjadi incaran bagi bisnis di industri mana pun, tanpa melihat tingkat pengalamannya.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi

3. Membantu perkembangan

Rata-rata soft skill bukan sekadar digunakan apa adanya, tetapi juga bisa dikembangkan secara konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu soft skill yang belum banyak orang kuasai adalah kemampuan untuk menerima dan mengimplementasikan masukan.

Terlebih, perusahaan umumnya menginginkan kandidat yang bisa merespons kritik dengan baik sekaligus mencari cara untuk mengoreksi diri secara konsisten tanpa diperintah. Jadilah seorang pribadi yang mandiri dan tafakur dalam pekerjaan, maka kamu dapat menonjol dengan cepat di antara karyawan lainnya.

4. Membuktikan inisiatif

Pebisnis merekrut dan mempromosikan pegawai yang sering menunjukkan inisiatif dan motivasi. Sikap positif dan kreatif membuatmu dipercaya perusahaan untuk memikirkan proyek baru atau mencari cara penyelesaian masalah.

Soft skill juga membantumu mengembangkan ide dan menggunakan motivasi untuk mengubah sesi diskusi menjadi proyek yang dapat ditindaklanjuti. Jadi, tonjolkanlah soft skill agar perusahaan bisa melihat bahwa kamu mau berkembang dan menginspirasi sesama rekan.

Apa Saja Contoh Soft Skills Yang Dapat Dipelajari?

Walaupun definisi soft skills sering dianggap kabur, contohnya sendiri sangatlah konkret dalam dunia kerja. Berikut adalah beberapa contoh soft skill yang dapat kamu pelajari untuk memiliki karier yang cemerlang.

1. Etika Kerja

Salah satu hal yang sering membuat seorang pegawai atau pekerja baru mengalami semacam therapy shock adalah etika kerja.

Simpelnya, etika kerja adalah sifat-sifat profesional yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat beradaptasi dengan dunia atau lingkungan kerja.

Sifat-sifat profesional yang dimaksud bisa berupa integritas, manajemen waktu yang baik, memiliki rasa percaya diri yang baik, jujur, serta sabar.

2. Berpikir Kritis

Memiliki kemampuan berpikir kritis sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang dalam dunia kerja. Di tengah lingkungan yang penuh dengan pilihan yang dapat berdampak besar pada sebuah perusahaan, kemampuan berpikir kritis dapat menyelamatkan karir kamu serta perusahaan.

Kemampuan berpikir kritis identik dengan kemampuan berpikir logis. Dalam lingkungan kerja, kemampuan untuk berpikir runut akan membantu kamu terlepas dari apapun bidang pekerjaanmu.

Dengan pola pikir yang runut, kamu dapat menghindari miskomunikasi serta titik-titik buta yang mungkin saja tidak disadari oleh rekan-rekan kerja kamu.

3. Kemampuan Berkomunikasi

Seperti yang sudah dijelaskan, soft skill adalah kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi adalah contoh soft skill paling nyata yang dapat kamu temui dalam dunia profesional.

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kamu dapat menyampaikan gagasan, opini, serta ide dengan lancar. Hal ini tentunya akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan perhatian yang dapat membuat karir kamu semakin lancar dan cemerlang.

4. Kemampuan Beradaptasi

Dunia profesional dapat tampak berbeda jauh dengan dunia sehari-hari. Tidak jarang seseorang yang baru merasakan dunia kerja untuk pertama kali akan merasa kaget dengan ritme kehidupan seorang pekerja.

Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting bagi kamu. Kemampuan adaptasi di sini juga termasuk kemampuan komunikasi yang dapat membantu kamu menjalin hubungan dengan rekan-rekan kerja baru dengan cukup cepat.

5. Public Speaking

Public speaking adalah salah satu contoh soft skill komunikasi yang sangat penting. Berbicara di depan orang banyak mungkin adalah hal yang langka dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi, dalam dunia kerja, kamu mungkin akan berbicara di depan orang banyak cukup sering. Untuk dapat menyampaikan apa yang ingin kamu sampaikan dengan baik, kamu harus menguasai kemampuan public speaking dengan baik.

6. Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam dunia kerja adalah hal yang sangat luas.

Pemimpin sendiri bukanlah sebuah jabatan seperti manajer atau kepala divisi melainkan sebuah peran atau sifat.

Hal-hal yang umumnya dikaitkan pada kepemimpinan dalam dunia kerja adalah kemampuan pengambilan keputusan. Kemampuan ini akan menjadi kunci bagi kamu yang ingin memiliki kesempatan untuk memimpin tim atau divisi sendiri.

Selain kemampuan mengambil keputusan, kamu juga akan membutuhkan kemampuan kecerdasan emosional. Kemampuan ini akan membantu kamu untuk menyelesaikan konflik antar anggota tim dengan baik.

7. Problem Solving

Memecahkan masalah adalah bagian dari dunia kerja setiap hari. Maka dari itu, tidak mengherenkan kalau problem solving adalah salah satu contoh soft skill yang paling konkret serta banyak dicari oleh para perusahaan.

Kemampuan memecahkan masalah ini umumnya datang bersama kemampuan untuk berpikir secara kritis serta logis. Dengan pemikiran yang runut, kamu akan dapat memecahkan banyak masalah dengan mudah.

Tetapi, logis saja tidak cukup. Kamu juga harus mengasah sisi kreatif dari diri kamu untuk dapat menjadi seorang pemecah masalah yang baik. Hal ini karena tidak setiap solusi dari masalah akan tampak dengan jelas. Terkadang, kamu harus berpikir out of the box untuk dapat menemukan solusi yang dibutuhkan.

Bagaimana Cara Mengembangkan Soft Skill?

Banyak orang yang kuat dalam keterampilan nonteknis tertentu, sedangkan yang lainnya terbilang lemah. Sebagai contoh, seseorang bisa jadi pembicara publik yang andal dan dapat mengarahkan seisi ruangan di atas podium. Namun, dia bisa juga kurang pandai berinteraksi dengan orang-orang saat berada di acara networking yang ramai.

Lalu, bagaimana cara untuk memperkuat keahlian yang telah dimiliki dan mengatasi berbagai kekurangan yang ada? Inilah cara mengasah soft skill yang perlu kamu ketahui!

1. Belajar dari Mentor

Ingin karyawan mempunyai keterampilan nonteknis yang spesifik? Perusahaan bisa menyewa jasa mentor dan memintanya untuk menyusun pelajaran yang tertarget. Proses pelatihan di tempat kerja biasanya membutuhkan kerja sama dengan pegawai untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan menargetkan performa yang lebih baik.

2. Mengikuti Lokakarya Interaktif

Perusahaan dapat melatih seluruh karyawan seputar keterampilan nonteknis tertentu dengan mengadakan lokakarya interaktif. Carilah lokakarya yang punya tujuan konkret dan berorientasi pada aksi, serta bertujuan mencari jawaban dari persoalan yang sedang ada di lapangan. Sebagai contoh, untuk melatih staf pelayanan pelanggan, gunakan skenario bermain peran supaya masing-masing orang dapat memperagakan penyelesaian konflik dengan klien.

3. Belajar dari Rekan

Cara mengasah keterampilan nonteknis yang simpel selanjutnya adalah dengan belajar bersama orang lain. Riset membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bersenang-senang di tempat kerja dan pembelajaran informal. Ambil hal ini sebagai keuntungan untuk membuat proyek kecil-kecilan yang membutuhkan kolaborasi antarrekan. Selain itu, kamu juga bisa menerapkan pembelajaran secara daring melalui aplikasi jejaring sosial.

4. Mengikuti Kursus Daring

Pada iklim global saat ini, melatih diri menjadi karyawan yang baik lewat daring sangat masuk akal. Kamu dapat meningkatkan keterampilan nonteknis hanya dengan berlatih di rumah menggunakan perangkat. Tidak tahu harus kursus mana yang harus diikuti? Kamu bisa memilih portal pembelajaran terpercaya, yaitu GreatNusa.

Sudah paham tentang apa itu soft skill, mengapa sangat penting, dan bagaimana cara mengasahnya? Keterampilan nonteknis adalah karakteristik yang membuatmu layak dianggap sebagai seorang profesional yang berkualitas. Memang, butuh waktu yang tidak sedikit untuk mengasah soft skill. Namun, perjuanganmu tidak akan sia-sia setelah merasakan beragam keuntungannya.

Semoga informasi kali ini bermanfaat dan menambah wawasan. Jangan lupa ikuti kursus pengembangan diri di GreatNusa yang efektif untuk mengoptimalkan soft skill-mu. Selamat belajar dan berlatih!