Meski berkomunikasi dan berinteraksi jadi sesuatu yang kita lakukan setiap hari, ternyata interpersonal skill atau kemampuan interpersonal tetap perlu dilatih. Apalagi, jika kamu mengaitkan keterampilan ini dengan dunia kerja. Tapi, apa itu interpersonal skill?

Ketika suatu perusahaan membuka lowongan kerja, interpersonal skill masuk dalam kriteria teratas untuk menilai para pelamar. Terlepas dari apa pun jenis pekerjaanmu, membangun hubungan dengan orang lain penting supaya kamu dapat berbaur dengan kolega, atasan, klien, dan vendor.

Hal tersebut menegaskan bagaimana interpersonal skill yang kuat jadi salah satu kunci sukses kamu dalam berkarier. Penasaran tentang apa itu interpersonal skill, mengapa penting dalam organisasi, dan contoh-contohnya? Simak dahulu ulasan berikut.

Apa Itu Interpersonal Skill?

Banyak kalangan sepakat, keterampilan ini wajib dimiliki setiap orang sehingga sering disebut keterampilan kerja atau employability skill. Begitu menjumpai kandidat yang terlihat kurang terampil saat berkomunikasi atau berinteraksi, hampir dipastikan manajer perekrutan akan mencoret nama mereka.

Baca Juga: Apa Itu Soft Skill Dan Informasi Lainnya

Lalu, apa itu interpersonal skill?

Istilah ini kerap disandingkan dengan keterampilan sosial, tetapi secara spesifik menyorot bagaimana keterampilan seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Lingkup keterampilan interpersonal menekankan pada pentingnya komunikasi, membangun relasi, dan bekerja sama.

Keterampilan interpersonal juga menunjukkan bagaimana sifat dan kepribadian serta cara seseorang menangani situasi sosial tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menekankan keterampilan interpersonal kamu dalam resume dan surat lamaran kerja, serta berperilaku demikian saat proses wawancara kerja.

Mengapa Interpersonal Skill Penting dalam Organisasi?

Membicarakan apa itu interpersonal skill berarti juga mempertanyakan mengapa keterampilan ini penting dalam organisasi. Pada dasarnya, bertemu orang lain, baik secara tatap muka maupun online, jadi bagian tidak terpisahkan dalam keseharian kita.

Bayangkan jika kamu ragu menyapa, bingung membuka percakapan, atau tidak tahu harus bertanya apa. Situasi kaku dan dingin bisa saja terjadi. Bagaimana kamu bisa produktif bekerja jika terus menerus berada dalam situasi demikian?

Baca Juga: 9 Cara Agar Produktif Yang Simpel Dan Efektif

Keterampilan interpersonal ibarat minyak pelumas yang meminyaki roda interaksi sehingga komunikasi kamu dan orang lain lebih lancar dan menyenangkan. Plus, ini membantu kamu membangun relasi yang baik untuk jangka panjang dengan siapa saja. Mulai dari kolega, atasan, klien, hingga vendor.

Kemampuan kamu melakukan hal ini dengan efektif jadi kunci sukses karier yang cemerlang. Memang ada beberapa bidang kerja yang menempatkan keterampilan interpersonal sebagai syarat utama. Misalnya, pekerja di bidang kesehatan, finansial, hospitality, dan pendidikan.

Namun, berinteraksi dengan orang lain selalu jadi bagian dari pekerjaanmu, apa pun jenis pekerjaan yang ditekuni. Seorang penulis, ahli statistik, peneliti, atau software engineer harus tetap bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tim bukan?

Meski jago dalam hal teknis pekerjaan, tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan atau mempertahankan kamu jika sulit berkomunikasi maupun bekerja sama dengan orang lain. Ini menjawab mengapa keterampilan interpersonal harus dimiliki semua orang tanpa terkecuali.

Baca juga: 10 Alasan Pentingnya Team Work Dalam Bekerja

Apa Saja Contoh Interpersonal Skill?

Setelah memahami pengertian interpersonal skill, kamu mungkin berpikir kalau kemampuan interpersonal hanyalah sebatas kemampuan berkomunikasi dengan orang. Padahal, ada banyak interpersonal skills yang dapat kamu pelajari.

Berikut adalah beberapa kemampuan interpersonal skill yang dapat membantu kamu di dunia kerja.

1. Komunikasi

Terlepas dari bidang kerja apapun yang kamu geluti, memiliki kemampuan komunikasi yang baik adalah sebuah kewajiban. Bekerja di bidang IT, konstruksi, pendidikan, penelitian, media, hingga sumber daya manusia, semua mengharuskan kamu mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif secara lisan maupun tulisan.

Ini termasuk belajar berbahasa Indonesia baik dan benar, serta gaya berbicara yang umum digunakan di tempat kerja. Ketika kamu bisa beradaptasi dengan bahasa dan gaya berbicara tersebut, tentu kamu akan lebih mudah berbaur dengan rekan kerja maupun atasan. Untuk itu, penguasaan komunikasi verbal dan nonverbal, public speaking, dan mendengarkan jadi hal penting.

Baca juga: Ini Peran dan Hal-Hal yang Termasuk dalam Etika Komunikasi di Tempat Kerja

2. Mendengarkan aktif

Seorang komunikator yang baik adalah orang yang memiliki mendengarkan aktif. Apa maksudnya mendengarkan aktif?

Simpelnya, mendengarkan aktif adalah bentuk penghormatan pada orang yang berbicara. Kamu tidak hanya membiarkan orang berbicara tetapi juga mendengarkan dan mencerna dengan seksama apa yang lawan bicaramu sampaikan.

Pendengar aktif tidak hanya mendengar tetapi juga dapat memberikan masukan atau pendapat ketika dibutuhkan.

3. Empati

Berempati berarti kamu mampu memahami dan turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Empati adalah bagaimana kamu menempatkan diri dari sudut pandang berbeda. Jika klien atau kolega mengeluhkan sesuatu, kamu akan mendengarkan dengan saksama dan berusaha memahami perasaan mereka. Dengan sikap empati yang tepat, kamu akan lebih mudah bergaul bersama siapa saja di tempat kerja.

4. Negosiasi

Tergantung pada jenis pekerjaan, negosiasi tetap dibutuhkan dalam dunia kerja. Kamu bisa bernegosiasi saat membuat perjanjian kerja sama dengan klien maupun membantu kolega menyelesaikan masalah lewat sebuah solusi. Untuk menjadi seorang negosiator yang baik, kamu harus mau mendengarkan orang lain lebih dahulu, berupaya menyelesaikan masalah, dan berujung pada solusi yang disepakati semua pihak.

5. Kepemimpinan

Meski belum jadi manajer, kamu tetap perlu mempunyai jiwa kepemimpinan. Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan memotivasi dan mendorong seseorang serta membantu tim mencapai kesuksesan. Maka, kamu perlu mengawalinya dengan bagaimana mengelola dan mendelegasikan pekerjaan, membimbing atau mentoring rekan kerja, serta mendapatkan rasa percaya dari kolega.

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Pemimpin dan Manajer?

6. Problem Solving

Memecahkan masalah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dalam dunia kerja. Kemampuan problem solving meliputi kemampuan berpikir kritis, manajemen konflik, menganalisis data, komunikasi yang efektif, hingga mengambil keputusan.

7. Kerja Sama Tim

Kerja sama merupakan bagian penting dalam dunia profesional. Kamu tidak akan pernah bisa menangani semua hal dalam lingkungan kerja seorang diri.

Bekerja sama, baik dengan orang yang lebih mahir atau setingkat, juga adalah cara yang cukup bagus untuk meningkatkan interpersonal skill. Dengan bekerja sama, kamu akan dituntut secara tidak langsung untuk mengasah kemampuan berkomunikasi serta empati.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Interpersonal?

Penjelasan apa itu interpersonal skill membawamu pada bagian akhir: apa yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keterampilan ini?

Ya, sekalipun kita sering mengobrol dengan orang lain dalam keseharian, keterampilan interpersonal tetap perlu dilatih. Apalagi, jika kamu ingin membangun karier cemerlang saat ini dan pada waktu mendatang. Coba lakukan beberapa tips berikut.:

1. Cari peluang membangun relasi

Terutama jika kamu tidak mempunyai banyak kesempatan untuk itu. Pertimbangkan opsi bergabung dengan suatu grup atau komunitas terkait pekerjaan, atau yang berkenalan dengan mereka yang mempunyai minat/hobi serupa.

Luangkan waktu untuk mengenali mana saja area yang perlu kamu tingkatkan
Misalnya, kamu ingin mengasah public speaking. Coba mulai dari lebih banyak urun pendapat saat meeting rutin di kantor atau mengajukan diri presentasi laporan bulanan di depan rapat divisi.

2. Amati cara orang lain membangun relasi interpersonal

Pelajari bagaimana mereka membawa diri, bersikap, berperilaku, dan bertutur kata saat berinteraksi. Lalu, coba terapkan pada dirimu. Jika perlu dan memungkinkan, jangan ragu untuk meminta bimbingan mereka dalam hal ini.

3. Minta teman dan kolega memberikan masukan atau kritik membangun

Cara ini efektif dalam membantumu memperoleh pandangan orang lain terkait keterampilan interpersonal. Dengan masukan tersebut, kamu bisa mengubah mana saja yang masih harus ditingkatkan dan mana yang perlu dipertahankan.

4. Ikuti workshop atau kelas pengembangan diri

Terutama kelas yang fokus pada keterampilan interpersonal, baik lewat tatap muka maupun online. Sekalipun kamu lebih banyak beraktivitas di rumah saja, ada beberapa penyelenggara kelas online yang membuka kesempatan kamu melatih keterampilan ini. Dengan mengikuti kelas, kamu bisa mengenali diri lebih dalam, menggali potensi diri, sekaligus memperoleh bimbingan dari mereka yang benar-benar ahli dalam bidangnya.

Memahami apa itu interpersonal skill jadi modal penting dalam membangun karier profesional, terlepas dari jenis pekerjaan yang digeluti. Berikutnya, berlatih dan praktik langsung dalam keseharian adalah trik jitu untuk mempertajam keterampilan ini.

Semakin sering kamu mempraktikkannya, semakin kamu luwes berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, apa pun situasi sosial yang tengah dihadapi. Bagaimana jika kamu butuh bimbingan profesional dalam membangun keterampilan interpersonal?

Mengikuti kursus di GreatNusa adalah pilihan terbaik. Daftarkan dirimu di program Pengembangan Diri Interpersonal Skill sekarang, serta nikmati kesempatan belajar dari mana dan kapan saja bersama GreatNusa!