Bakat memberikan keuntungan bagi seseorang. Namun, hardskill dapat membawamu menuju tingkat yang lebih tinggi. Belum lagi, jika mencari karier yang bagus, kamu benar-benar membutuhkan keterampilan tersebut. Hardskill dapat menjadikan seorang kandidat tampak menjanjikan di segala profesi. Jadi, sangat penting untuk mengasah hardskill—secara langsung meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Untuk mulai perjalanan karirmu, kamu bisa mulai terlebih dahulu dengan memahami apa itu hard skill.

Nah, pembahasan yang akan kami sampaikan kali ini akan menjawab beberapa pertanyaan: apa itu hard skill? Apa saja contohnya dalam dunia profesional? Lalu, bagaimana cara mengasahnya?

Apa Pengertian Hard Skill?

Apa yang dimaksud hard skill? Hard skill, atau yang disebut juga sebagai keahlian teknis, merupakan keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan tertentu, didefinisikan dengan jelas, dan dapat diukur. Biasanya, keahlian ini dipelajari melalui pelatihan dan kurikulum edukasi—yang berarti para pegawai bisa mendalaminya dengan mudah melalui program pelatihan di tempat kerja atau kursus daring.

Para pebisnis sangat memperhatikan hard skill dari para kandidat ketika mencari talenta untuk perusahaan mereka. Mayoritas kandidat akan kesulitan memperoleh pekerjaan apabila tidak mempunyai keahlian teknis yang disyaratkan—walaupun terkadang ada pengecualian di kasus-kasus tertentu.

Baca Juga: Biar Karier Lancar Jaya, Yuk Pahami Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Apa Saja Contoh Hard Skill di Dunia Kerja?

Bingung menentukan hard skill yang ingin dipelajari terlebih dahulu? Yuk, pilih dari daftar keahlian paling dibutuhkan dunia kerja berikut!

1. Teknologi Komputer

Di dunia yang sudah modern ini, kemampuan untuk mengoperasikan komputer atau teknologi komputer lainnya sudah menjadi kewajiban yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Namun, tingkatan keahlian akan diukur dari metode yang kamu kuasai. Bisakah kamu memprogram komputer atau menggarap pekerjaan teknis? Apakah kamu punya sertifikat untuk program yang berbeda-beda? Keahlian komputer meliputi, antara lain,

2. Teknik Informatika

Keterampilan teknis bisa membawa pengetahuan komputermu ke tingkatan selanjutnya dan menjadikanmu seorang ahli di bidang teknik informatika. Kemampuan ini berhubungan dengan keinsinyuran dan sains. Profesi yang melibatkan teknik informatika memiliki dasar pengetahuan yang terspesialisasi. Kamu bisa mengembangkan keahlian di bidang berikut:

  • CAD (Computer-Aided Design)
  • Pembuatan prototipe
  • Keahlian STEM (Science, Technology, Engineering, Math)
  • Pemrograman Python
  • Kecerdasan buatan / artificial intelligence
  • Komputasi awan
  • Bahasa pengodean, seperti JavaScript, HTML, dan CSS
  • Blockchain
  • Platform CRM (Customer Relationship Management)

3. Pemasaran

Pemasaran sudah sejak lama menjadi bidang yang populer. Internet bahkan telah mengubah seluruh industri secara signifikan, membuat kandidat untuk profesi pemasaran sangat dicari-cari. Setiap perusahaan butuh set keahlian yang beragam dari karyawan mereka. Lalu, penting untuk menyesuaikan keterampilan dengan posisi yang akan dilamar. Simak beberapa keahlian berikut!

  • Pemasaran afiliasi
  • Google Analytics
  • Iklan berbayar Facebook
  • AdWords
  • Sistem Manajemen Konten
  • SEM (Search Engine Marketing)
  • Social Media Marketing
  • Digital Marketing.
  • SEO (Search Engine Optimization)
  • PPC (Pay-per-click)
  • Automasi Pemasaran dan Surel
  • Riset pemasaran

4. Desain

Ingin menjalani karier di dunia desain? Punya keterampilan ini akan membantumu menemukan banyak pekerjaan menjanjikan. Isilah resume dengan berbagai keahlian desain—pastikan kamu benar-benar menguasainya. Pilih di antara jenis-jenis keterampilan berikut:

  • Adobe Illustrator
  • Photoshop
  • Adobe InDesign
  • Produksi video / motion graphic
  • CorelDraw
  • Tipografi
  • Adobe Acrobat
  • Adobe Creative Suite
  • Desain tampilan antarmuka pengguna (UI)
  • Desain pengalaman pengguna / User Experience (UX)
  • Pembuatan sketsa
  • Desain cetak
  • Perangkat lunak desain produk digital

5. Manajemen

Suka memegang tanggung jawab besar dan ingin bisa melakukannya? Kalau begitu, kamu membutuhkan keterampilan hubungan manusia. Seorang manajer harus memiliki salah satu atau beberapa dari keahlian-keahlian berikut:

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Manajemen Itu Penting Bagi Sebuah Bisnis

6. Menganalisis Data

Cari pekerjaan dengan kemampuan analisis nan mumpuni? Kalau begitu, kamu harus belajar atau mencari pengalaman dalam hal mengumpulkan daya, menganalisisnya, dan membuahkan hipotesis. Saat ini, pengetahuan menganalisis daya secara tepat dan akurat sangat penting dan diincar oleh banyak perusahaan. Jadi, pastikan untuk menonjolkan keahlian-keahlian berikut—apabila kamu punya.

  • Penambangan data (data mining)
  • Analitik
  • Rekayasa data
  • Manajemen basis data
  • Presentasi data
  • Penalaran analitis
  • Diagnosis
  • Riset

7. Bahasa Asing

Pada 2011, Newcastle University menerbitkan riset yang menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki kemampuan berbicara banyak bahasa memiliki kapasitas besar dalam memahami orang lain dari beragam latar belakang maupun dirinya sendiri. Selain itu, University of Chicago juga menyatakan bahwa belajar bahasa asing mengurangi bias keputusan. Contoh pendidikan bahasa asing yang populer, yakni Inggris, Bahasa Jepang, Korea, Mandarin, Jerman, dan Arab.

8. Menulis

Keterampilan menulis sangat diperlukan di berbagai sektor bisnis. Jadi, apabila memilikinya, kamu patut berbangga diri! Dalam pekerjaan yang paling teknis dan ilmiah sekalipun, karyawan harus bisa menulis surel, proposal, dan laporan. Keahlian ini tak akan lekang oleh waktu, apalagi dengan banyaknya perusahaan yang menginginkan pegawai dengan kemampuan menulis kohesif dan rapi. Beberapa keterampilan yang dapat diperdalam, antara lain,

  • Penerjemahan
  • Pelaporan
  • Penulisan teknis
  • Penulisan proposal
  • Transkripsi
  • Penulisan bahasa asing
  • Surat kabar
  • Penulisan akademik
  • Sistem manajemen konten
  • Pengeditan
  • Copywriting
  • SEO
  • Jejaring sosial
  • Penulisan naskah
  • Jurnalisme

Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Hard Skill?

Apabila mengincar profesi di sebuah industri yang membutuhkan keahlian berbeda dari milikmu, ada banyak cara untuk mengembangkannya. Berikut rekomendasinya:

1. Menentukan target

Menentukan target spesifik untuk mengembangkan karier akan membantumu tetap berada di jalur yang tepat. Pastikan bahwa target tersebut dapat diukur, diraih, dan relevan dengan profesi incaran. Lalu, pertimbangkan untuk mengatur lini masa pencapaian. Caranya? Atur tanggal mulai dan akhirnya sekaligus membuat target kecil yang bisa dicapai selama proses.

2. Mengikuti kursus

Cobalah ikuti kursus yang berkaitan dengan bidang karier. Sebagian profesi mengharuskan pegawai untuk menempuh kursus agar bisa bertahan di industri. Salah satu portal pemelajaran yang menyediakan kursus hard skill berkualitas adalah GreatNusa.

3. Tanyakan tentang kelemahan dan keunggulanmu

Kamu bisa bertanya kepada atasan, rekan, atau bahkan teman dan keluarga seputar keunggulan dan bidang yang membutuhkan peningkatan kemampuan. Penting untuk mencari masukan dari orang yang akan memberikan kritik dan saran jujur daripada pujian semu. Ketika sudah mengetahui tentang kekurangan, kamu bisa fokus mengembangkan hard skill.

4. Mengikuti pendidikan formal secara daring

Perusahaan sering mendorong pegawainya untuk memperdalam pengetahuan dengan melanjutkan pendidikan formal—bahkan ada perusahaan yang mau membiayainya. Jika tidak bisa menempuh edukasi di tempat, kamu bisa mencari pendidikan formal yang dapat diakses secara daring.

Apa Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill?

Hard skill sering disandingkan dengan soft skill. Baik soft skill dan hard skill wajib kamu miliki agar kamu dapat memiliki karir yang cemerlang.

Tapi, apa perbedaan dari keduanya?

Jika hard skill dapat didefinisikan sebagai kemampuan teknis, maka soft skill dapat disebut sebagia kemampuan non-teknis; kemampuan yang berkaitan dengan interaksi antara orang.

Soft skill memang identik dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang. Tetapi, soft skill sendiri sebenarnya lebih dari itu.

Lalu, hard skill sendiri memiliki tingkatan dan skala atau metode pengukuran yang jelas. Sejauh mana Anda menguasai hard skill umumnya dapat dinilai dengan mudah, misalnya dengan tes, ujian, atau sertifikasi.

Soft skill tidak memiliki sifat seperti itu. Jenis kemampuan ini memiliki sifat yang lebih abstrak; sulit untuk diukur serta memiliki metode pembelajaran yang cukup berbeda.

Tentu, ada beberapa soft skills yang dapat kamu pelajari seperti kamu mempelajari hard skill. Misalnya, kamu bisa menguasai kemampuan public speaking lewat buku atau dengan mengikuti kursus seperti kamu bisa mempelajari cara mengoperasikan komputer lewat kursus.

Baca Juga: Macam Macam Soft Skill Yang Dapat Dikuasai

Tetapi, secara kesuluruhan, soft skill dipelajari dengan berinteraksi langsung dengan orang serta hanya bisa didapatkan melalui pengalaman melakukannya dengan langsung. Misalnya, kamu bisa membaca banyak buku tentang metode pengambilan keputusan. Tetapi, kemampuan pengambilan keputusan kamu baru akan teruji ketika kamu mempraktekannya langsung.

Bagaimana? Sudah paham apa yang dimaksud dengan hard skill beserta contoh-contoh dan cara mengembangkannya? Keahlian ini merupakan bagian terpenting dari semua profesi. Seseorang yang tidak memiliki hard skill tak akan bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Ditambah lagi, perusahaan sudah pasti mencari kandidat dengan hard skill yang menjanjikan.

Namun, sebelum belajar lebih jauh, pastikan untuk memilih keahlian yang paling kamu butuhkan. Bingung menentukan bidang mana yang ingin didalami? Ikuti saja berbagai kursus hard skill yang ada di GreatNusa! Platform pemelajaran daring ini akan membantumu mengembangkan keahlian teknis secara efektif dan efisien. Yuk, cari tahu lebih lanjut di GreatNusa.com.